#fitrahbasededucation #pendidikanberbasisfitrah

- Dakwah, FBE, IMTAQ

Tumbuh lalu mampu

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Tumbuh lalu mampu.

“Buat apa kita latih anak anak kita dengan taklif syar’i (beban syariah) sejak kecil, namun tidak kita mukalafkan (mampukan memikul beban syariah, kesiapan kedewasaan untuk masuk ke pentas peradaban dengan peran peradaban) ketika mereka mencapai usia aqilbaligh (15 tahun)”

Para Ulama sepakat bahwa anak yang telah berusia 15 thn itu sudah AqilBaligh alias sudah Mukalaf atau sudah memikul beban syariah, bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kewajiban jihad, nafkah dstnya. Karenanya, anak yang sudah 15 tahun tidak wajib lagi diberi nafaqoh (nafkah), kalaupun masih dinafkahi itu namanya Shodaqoh karena ia termasuk faqir miskin.

Andai rumah rumah kaum Muslimin dipenuhi pemuda 15 tahun ke atas yang masih dinafkahi, nampaknya kebangkitan peradaban Islam masih jauh dan panjang. Lihatlah sepanjang sejarah peradaban Islam yang cemerlang, selama ratusan tahun sejak era Rasulullah SAW, peradaban Islam dipenuhi… Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ

Berkomunitas

No one is as smart as all of us

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Berkomunitas

Berkomunitas dalam mendidik generasi itu solusi terbaik. Namun kita seringkali tak siap berkomunitas dan berkolaborasi, hanya pasif, namun diam diam banyak mengambil & memanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri bukan memberikan sebanyak manfaat yang kita punya kepada komunitas utk kebaikan bersama.

Kita seringkali merasa lebih pandai dari yang lain, atau merasa lebih lihai dari yang lain, sehingga menyembunyikan apa yang bisa diberikan dan merebut untuk diri sendiri apa yang bisa direbut dari komunitas. Padahal kaidah berkomunitas adalah No one is as smart as all of us.

Orang orang pelit dan pengecut seperti ini akan gagal paham bahwa memberi itu sesungguhnya menerima. Mereka tak pernah menyadari bahwa membesarkan komunitasnya, mendidik bersama anak anak temannya, sesungguhnya mempersiapkan tempat dan teman yang baik serta peradaban yang baik bagi anak anak mereka sendiri di masa depan

Orang… Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ

Renungan Pendidikan #11 – Sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki Potensi Fitrah Belajar

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Tiap bayi kita yg lahir adalah pembelajar tangguh sejati. Lihatlah tidak ada bayi yg memutuskan merangkak seumur hidupnya. Mereka menuntaskan belajar “jalan” nya dgn gigih sampai bisa berjalan bahkan berlari dan melompat. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat.

Tiap bayi kita yg lahir adalah penjelajah (discoverer) yg sangat serius dan kurius (curious). Lihatlah semua sudut di dalam rumah serta perabotan bahkan yg berbahayapun tdk luput dari targetnya. Mereka suka meraba, menyentuh, memegang apapun yg bisa dijangkaunya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman dan semangat.

Tiap bayi kita yg lahir sangat kreatif dan kaya imajinasi. Lihatlah bagaimana mereka mewarnai gambar langit dengan ungu, pohon2 dengan biru, rumput dengan jingga dstnya.

Mereka berimajinasi keranjang pakaian sbg perahu, gayung kamar mandi sbg kapal selam, sapu sebagai pedang dstnya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yg aman… Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ, Mutiara Pagi

Padukan Semua Panggilan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa

Padukan Semua Panggilan

Seorang wanita karir sdh lama rindu ingin membersamai anaknya. Ia tak mau menyia nyiakan waktu mendidik semasa anaknya masih kecil hingga aqilbaligh. Ia tahu betul kebutuhan seorang anak untuk senantiasa dibersamai orangtuanya.

Makin lama tekadnya makin kuat untuk menghantarkan anaknya kepada peran terbaiknya dengan tangannya sendiri. Walau karirnya itu merupakan fitrah bakatnya akhirnya ia tak kuasa menahan gelombang fitrah keibuannya yang memanggil manggil. Ia pun resign dari karirnya dan mulailah ia mewujudkan kerinduan “fitrah keibuan” nya untuk membersamai anaknya.

Selang beberapa lama, fitrah keibuannya pun terpenuhi dan ia bahagia, namun ada yang mengganjal. Kini ia merasa fitrah bakatnya memanggil manggil kembali. Ia menyayangkan waktu waktu yang berlalu tanpa karya manfaat sesuai fitrah bakatnya. Ia merasa kebahagiaannya membersamai ananda dengan fitrah keibuannya serasa tak lengkap.… Selanjutnya