Kapan TEGA dalam Mendidik Anak

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Kapan TEGA dalam Mendidik Anak,

Ingat bahwa segala sesuatu ada Sunnatullahnya, ada tahapannya, sebagaimana Allah ciptakan Alam Semesta, sebagaimana Allah ciptakan Janin, sebagaimana Allah perintahkan orangtua menyuruh anaknya Sholat di usia 7 tahun, bukan sejak dini.

Tergesa hanya akan menyimpangkan maksud dan hasil. Ingin segera “tega” karena ingin segera melihat anak beradab justru malah kelak anak menjadi tidak beradab. Adab sendiri sesungguhnya bukan etika atau disiplin, tetapi perbuatan atau perilaku yang bermartabat dan berderajat sesuai tahapan, situasi dan kondisi pelakunya.

Umumnya banyak orangtua yang tega menggegas anaknya di usia 0-6 tahun pada sesuatu yang sebenarnya belum sesuai dan belum dibutuhkan pada tahapannya, lalu anaknya mengalami hectic atau kelelahan ketika berusia 7-10 tahun, dan orangtua mulai kebingungan mengatasinya. Akhirnya ananda kelak mengalami kegalauan parah pada usia 11-12 tahun ke atas dan orangtua mulai panik. Ujung ujungnya dikirim ke instalasi gawat darurat nahi munkar alias diasramakan.

Dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah, “tega” memiliki tahapan, sbb

Tahap 0-6 tahun, ini fase full cinta. Ini tahapan penguatan semua konsepsi fitrah melalui imaji2 positif ttg Allah, ttg diri ttg alam dll. Di tahap ini fitrah baru sedang tumbuh mekar, ia masih rentan, maka tega di tahap ini tidak diperlukan. Ini tahap membuat anak terpesona pada Allah, pada kebaikan kebaikan sehingga melahirkan persepsi positif dan pensikapan yang baik sepanjang hidupnya.

Tahap 7-10 tahun ini fase latih awal, porsinya cinta 50% dan logika 50%. Ini tahap penyadaran potensi fitrah melalui eksplorasi beragam kegiatan sehingga kaya wawasan potensi dan kaya logika. Di tahap ini ananda sudah menyadari adanya aturan sosial dan tanggungjawab moral, sholat dan adab adab lain juga mulai diperintah. Maka tega di tahap ini adalah tega menginteraksikan fitrah dengan berbagai kegiatan eksplorasi dan ekspedisi di alam dan kehidupan untuk menemukan dan menggali potensi ananda.

Tahap 11-14 tahun, ini fase menjelang aqilbaligh, ini fase paling berat selama masa anak anak. Inilah fase tega untuk menguji potensi2 ananda yang sudah ajeg di tahap 7-10 tahun. Diharapkan juga cinta sudah ajeg sejak 0-10 tahun, sehingga semua ketegaan akan dianggap sbg kecintaan dan sesuatu yang relevan dengan ananda. Inilah fase pengujian eksistensi melalui pembebanan yang berat seperti pemagangan, mencari nafkah, merantau, investasi, proyek pengembangan potensi dan penyelesaian masalah ummat dll namun tetap sesuai potensi.

Tahap >= 15 tahun, di tahap ini anak sudah dewasa (mukalaf) dan sudah bisa dijadikan mitra atau partner dalam sosial, bisnis dan dakwah. Pada tahapan ini para Ulama sepakat untuk tidak lagi memberi nafaqoh (nafkah), kecuali shodaqoh apabila dianggp faqir miskin.

Jadi tega juga ada tahapan dan tekniknya ya. Yuk tetap rileks dan optimis.

Salam Pendidikan Peradaban

#firahbaseeducation #pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.