Installasi rsnapshot sebagai remote backup

rsnapshot

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT. Kali ini kami akan sharing bagaimana installasi rsnapshot sebagai remote backup, mengingat remote backup ini penting sebagai opsi akhir pengamanan data ketika sistem backup pada server tujuan bermasalah tingkat tinggi yang mungkin karena faktor alam atau apapun.

Baik kita mulai saja, pertama tama pastinya siapkan server dan installasi base OS linux tentunya, bisa menggunakan beberapa distro tentunya yang familiar dengan kalian, bisa Ubuntu, Debian, ataupun Centos misalkan, disini admin kebetulan menggunakan petunjuk installasi pada distro OS linux Centos 7.x, jika installasi OS sudah selesai dan terkoneksi ke internet bisa langsung installasi rsnapshot dengan menjalankan perintah/command berikut:

# yum install epel-release

memasang dahulu repositori epel

# yum install rsnapshot

step installasi rsnapshot

Cukup menjalankan command diatas rsnapshot sudah terinstall dengan asumsi ssh/rsync juga sudah terinstall yang biasanya paket tersebut sudah otomatis terinstallasi ketika installasi OS, berikutnya melakukan tahap konfigurasi untuk menarik/backup data pada server yang akan kita backup datanya. Sebelumnya kita generate dahulu ssh-key yang nanti perlu dipasang pada server tujuan tersebut, cukup menjalankan perintah/command:

# ssh-keygen -t rsa

untuk generate ssh-key (tingga enter2 saja).

hasil dari command tersebut akan membuat sebuah ssh-key yang bisa dilihat pada path file /root/.ssh/id_rsa.pub , berikut screenshot sebagai gambaran;

screenshut ssh-key

Data file/key tersebut itulah yang nanti dipasang pada server yang akan kita ambil datanya, kalian bisa pasang keynya pada path file /root/.ssh/authorized_keys , bisa juga transfer langsung dari server remote backupnya dengan command;

# ssh-copy-id -i /root/.ssh/id_rsa.pub [email protected]

untuk transfer key ke server tujuan yg ingin dibackup, atau bisa juga via rsync

Jika sudah, pastikan pada server tujuan bisa dicek ssh-key tersebut ada, bisa dilihat pada path file /root/.ssh/authorized_keys , berikut screenshut sebagai gambaran;

jika sudah untuk mengetesnya kalian bisa coba remote via ssh, jika berhasil pada saat remote tidak akan diminta password alias langsung masuk/login ke server tujuan yang ingin diambil datanya.

Berikutnya ialah configurasi rsnapshot itu sendiri, yang ada pada path file /etc/rsnapshot.conf , silakan kalian sesuaikan baris config khususnya untuk baris baris berikut;

cmd_ssh /usr/bin/ssh

cmd_rsync /usr/bin/rsync

hilangkan tanda comment/pagar (#) yang artinya untuk mengaktifkan config ssh/rsync, karena defaultnya dalam keadaan tidak aktif (ada tanda comment)

menentukan nama interval service yang ingin dijalankan, pada versi terbaru saat ini pada default konfigurasinya terdapat interval alpha, beta, gamma atau delta, sebagai pengganti istilah jam, hari, minggu atau bulan. Kalian bisa tentukan salah satunya, disini admin mengambil nama alpha dengan satu priode data saja misalnya, jadi baris yang diaktifkan sebagai contoh adalah;

# retain alpha 1

lalu dibagian baris menuju bawah/akhir ada barisan petunjuk untuk menentukan arah server yang ingin dibackup, misalkan kalian bisa menentukan/aktifkan baris contoh berikut;

backup [email protected]:/path/file/directory hostname

jika ada beberapa server tinggal kalian tambah server dan sesuaikan ip server serta hostnamenya saja.

Untuk memastikan setiap barisan benar atau salah bisa menjalankan dahulu command;

# rsnapshot configtest

Syntax OK

pastikan respon hasilnya Syntax OK, jika ada ada pesan errornya tinggal anda sesuaikan lagi yang biasanya pesan errornya cukup jelas.

berikutnya buat cron untuk menjalankan service rsnapshotnya, misalkan ingin dijalankan setiap minggu sekali, anda bisa buat baris cron berikut dengan menjalankan command;

# crontab -e

masuk ke text editing baris cronta

lalu masukan baris cron berikut;

0 0 * * 7 /usr/bin/rsnapshot alpha

konfig cron dengan jadwal seminggu sekali untuk menjalankan command rsnapshot alpha

Setelah ditambahkan jangan lupa simpan baris tersebut yang umumnya command crontab -e seperti masuk menggunakan editor vi/vim jadi untuk menyimpan barisan dan sambil keluar editor bisa ketik :wq!

Demikian Informasinya, semoga sharing2 kali ini bermanfaat ya, terima kasih..


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.