Tag Archives: pendidikanberbasisfitrah

Sekolah Menengah: Tazkiyah sebelum Ta’lim dan Ta’dib

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sekolah Menengah: Tazkiyah sebelum Ta’lim dan Ta’dib

Banyak pendiri dan praktisi sekolah menengah (smp dan sma) merasa dan melihat sebagian besar siswa yang masuk di sekolahnya “bermasalah”. Ini terjadi baik di sekolah berasrama maupun biasa.

Siswa siswi ini sebenarnya bukan bermasalah, mereka hanya tiba di sekolah ketika ada banyak fitrah yang tak selesai bersama orangtuanya. Tentu dampaknya mudah ditebak, sekolah jadi tempat cuci piring atau bengkel atau penitipan mirip Laundry atau tempat sterilisasi IGD Nahi Munkar dstnya.

Umumnya sekolah menyelesaikannya dengan 2 hal instan atau shortcut, menggembleng akhlak agar segera patuh dengan beragam aturan dan langsung loncat memacu menjejalkan banyak pelajaran. Lalu merasa baik baik saja.

Apa yang terjadi kemudian? Walhasil, lahir robot taat yang jika di luar sekolah banyak berkhianat. Keluhan “Libur Syariah” anak anak yang liburan dari pondok… Selanjutnya

Mindset ilmu

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

“Ilmu itu bukan untuk dikuasai. Ilmu itu ibarat cahaya yang menerangi ruang yang gelap, dimana kita hanya bisa melangkah di ruang gelap itu dalam pendar pendar cahaya itu untuk semakin menjadi diri kita atau semakin menuju kesejatian diri kita”

Learning is not for learning, learning is for being. Knowledge is not for Knowledge, knowledge is for being. Ya begitulah seharusnya Ilmu pengetahuan itu bukan utk dikuasai, tetapi menuntun kita untuk semakin menjadi.

Mindset bahwa Ilmu harus dikuasai banyak banyak tanpa relevan dengan potensi fitrah diri menyebabkan lahirnya banyak orang pandai (human thinking) dan manusia terampil (human doing), namun gagal menjadi human being atau insan kamil, yaitu manusia Robbani yang senantiasa menjalani hidup dalam orientasi kepada penugasan Tuhannya untuk memenuhi alasan kehadirannya di dunia.

Riset selama 15 tahun terhadap 19 orang tamatan terbaik Universitas Harvard angkatan 1990, membuktikan… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #24 – Merekalah alasan mengapa kita ada di muka bumi

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Jika beriman dan bersyukur, sesungguhnya menjadi Ayah Bunda adalah aktifitas yang paling indah dan sangat menyenangkan di muka bumi.

Luqmanul Hakim adalah sosok ayah yang paling mengimani dan mensyukuri semua karunia fitrah yang Allah berikan pada anak anaknya, sehingga memiliki kemampuan mendidik yang hebat bahkan namanya diabadikan di dalam alQuran.

Sayangnya, banyak para orangtua hari ini yang kurang mengimani dan mensyukuri kenyataan bahwa Allah swt telah mengkaruniakan begitu banyak kebaikan berupa potensi fitrah2 baik yang telah ada semenjak anak anak mereka dilahirkan.

Pada kenyataannya banyak dari kita para orangtua yang tidak yakin dengan potensi2 fitrah yang ada pada anak2nya sehingga terlalu mudah melalaikan pendidikan anak2nya atau sebaliknya terlalu obsesif menggegas dan mencetak anak2nya.

Jika memahami peran mendidik dalam landsekap peradaban, maka pekerjaan mendidik anak adalah pekerjaan para Nabi sepanjang sejarah,… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #23 – Mari kita kembalikan peradaban dunia kepada kesejatiannya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

“Buat apa kita ajarkan anak kita syariah, jika tidak kita siapkan generasi aqilbaligh, yaitu generasi yang mampu memikul semua tanggungjawab syariah dan mampu menjalani peran dan misi penciptaan manusia di muka bumi, tepat dimulai ketika mencapai aqilbaligh”.

Sebuah nasehat yang provokatif, yang membangunkan jiwa jiwa kita yang tertidur dan terperangkap rutinitas serta tujuan tujuan hidup pragmatis yang membutakan tujuan dan misi sesungguhnya dari penciptaan kita.

Padahal tujuan dan misi penciptaan adalah hal pokok yang wajib ditemukan dan yang menjawab mengapa kita harus ada di muka bumi.

Sesungguhnya inti pernikahan adalah melahirkan dan mendidik generasi peradaban. Dan inti mendidik adalah agar generasi mendatang, yaitu anak anak kita, kelak mampu menjalankan peran peradabannya yang merupakan misi penciptaan (ultimate purpose) manusia di muka bumi. Syariah adalah pedoman yang melingkupinya.

Begitu pentingnya hal ini maka… Selanjutnya

Imanan wa Ihtisaban #10

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sepuluh hari terakhir dari 30 hari atau etape terakhir dari 3 etape Ramadhan, seharusnya menjadi puncak perjuangan menggapai sebanyak pahala di malam malam Qadr menuju 1 Syawal agar pada hari finishnya kita kembali fitri.

Begitupula dalam kehidupan, sepertiga waktu terakhir usia kita seharusnya merupakan pacuan produktifitas menebar manfaat secara eksponensial menuju husnul khatimah, bertemu Allah dalam keadaan seperti semula.

Begitupula Muhammad SAW, sejak diangkat menjadi Nabi di usia 40, maka 23 tahun atau sepertiga akhir hidupnya sampai wafatnya adalah masa masa prestasi spektakuler menuntaskan tugas atau misi Kenabiannya. Begitulah orang orang hebat sepanjang sejarah, menjelang akhir hayatnya justru menempuh masa emasnya atau golden age nya.

Namun sayangnya banyak orang di sepertiga waktu terakhir hidupnya malah berhenti berkarya, berhenti bekerja, lengser keprabon, mandeg pandito, menikmati uang dan simpanan pensiun dengan… Selanjutnya