Regenerasi

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Regenerasi

Dalam sebuah wawancara, Prof B.J Habibie mengatakan bahwa hanya ada dua orang yang diakui (registered) di dunia dalam bidang arsitek pesawat terbang, yang pertama adalah B.J Habibie dan yang kedua adalah Ilham Habibie (anaknya BJ Habibie). Lalu beliau mengatakan bahwa itulah hasil mendidiknya Ibu Ainun Almarhumah, yang menurunkan misi keluarga sebagai pendidikan dan pembudayaan di rumah.

Itulah sesungguhnya hakekat pernikahan, ada misi besar pernikahan, yang dimulai dari misi besar sang Ayah, yang kemudian didukung penuh oleh Istrinya dan diturunkan menjadi kurikulum pendidikan di rumah untuk melahirkan generasi yang melanjutkan misi besar itu. Inilah yang disebut Regenerasi.

Hari ini ayah dan anak itu, BJ Habibie dan Ilham Habibie menjadi partner dalam memperjuangkan misi keluarga yaitu “membangun Indonesia dengan industri kedirgantaraan” . Misi keluarga mereka adalah perjuangan lintas generasi mewujudkan sebesar manfaat bagi dunia. Anak dan keturunan adalah partner dalam perjuangan, dalam dakwah, dalam bisnis, dalam sosial dstnya.

Begitulah sejatinya seorang Ayah, ia punya misi besar personal dan visi hebat personal yang diperjuangkan sejak muda, lalu ketika menikah, menjadi misi besar keluarga yang dilanjutkan oleh anak dan keturunannya.

Kita saksikan dalam sejarah, betapa anak para Nabi umumnya juga Nabi, anak para ulama juga ulama, mereka adalah adalah generasi yang bersambungan lintas generasi yang mewujudkan misi besar kenabian. Kecuali Nabi Muhammad SAW yang tidak dilanjutkan dengan keturunan yang menjadi Nabi karena beliau adalah Nabi terakhir, walau begitu Risalah atau Misi Kenabian tetap dilanjutkan oleh keturunan dan para Sahabatnya.

Dalam perspektif fitrah keluarga atau misi keluarga, kita dapat melihat bahwa regenerasi (regeneration) adalah berlanjutnya misi keluarga kepada anak dan keturunannya. Istilah bahwa anak kita bukan sekedar anak biologis semata tetapi anak ideologis, dapat dimaknai sebagai keberlanjutan misi besar keluarga kepada anak dan keturunannya.

Misi hidup atau peran peradaban itu sendiri paduan keseluruhan peran atas fitrah termasuk peran menyeru kebenaran atas fitrah keimanan atau aqidah, peran dalam bidang tertentu di masyarakat atas fitrah bakat, tanpa meninggalkan peran keayahbundaan atas fitrah gendernya dstnya.

Seharusnya dan sejatinya misi keluarga atau peran spesifik peradaban keluarga kita di dunia tidak boleh terputus bahkan kelanjutan dari peran leluhur kita dalam bidang kehidupan. Karenanya dalam workshop FBE untuk topik menemukan misi personal dan misi keluarga, ada pertanyaan “apa peran keluarga besar yang dilakukan secara turun temurun” karena bukan hanya berulang tetapi seharusnya berlanjut.

Regenerasi adalah keberlanjutan misi ayah yang kemudian menjadi misi keluarga dan dilanjutkan oleh anak dan keturunan sehingga Allah sambungkan di dunia dan di akhirat

“Walladzina amanu wattaba’athum dzurriyatahum bi imanin alhaqna bihim dzurriyatahum wama alatnahum min ‘amalihim min sya’i. ( at tur:21)

“Orang-orang yang beriman dan diikuti oleh anaknya dalam keimanan maka Allah akan mengumpulkan mereka di surga dan Allah tidak menyianyiakan amal mereka.”

Wahai para ayah, mari temukan misi keluargamu, temukan aktifitas dan peran besar keluargamu di dunia yang memberi sebesar besar manfaat dan menebar rahmat bagi dunia pada bidang kehidupan yang menjadi panggilan hidupmu sehingga manfaat besar itu menjadi pahala besar di akhirat, dan didiklah anak dan keturunanmu untuk melanjutkan misi besar perjuanganmu itu sehingga disambungkan dalam keimanan, manfaat dan pahala di dunia dan di akhirat. Anak dan keturunan akan berkiprah dalam bidang kehidupan yang menjadi misi keluarga sesuai peran peradabannya masing masing.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.