Misi Hidup bukan hanya Fitrah Bakat

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Misi Hidup bukan hanya Fitrah Bakat

Keimanan kita mengajarkan bahwa tiada yang kebetulan, semua selain Allah adalah makhluk ciptaan Allah. Karenanya setiap yang diciptakan (makhluk) pasti ada alasan kehadiran atau tepatnya memiliki tugas atau peran, sejak dari atom dan kuman sampai galaxy dan semesta.

Lihatlah semua unsur yang dikenal manusia dalam tabel periodik maupun yang tak dikenal manusia, semua tunduk dan patuh menjalani tugasnya sesuai karakteristik uniknya (titik didih, masa atom, jumlah elektron positif dan negatif, tingkat elektro magnetik dll) masing masing yang Allah tentukan.

Begitulah baik Nalar maupun Kitabullah memperlihatkan bahwa apa yg di langit dan di bumi bertasbih dan beredar pada kadar dan garis edarnya masing masing, mereka menjalankan perannya sesuai penugasannya. Semua makhluk hidup tanpa kecuali termasuk manusia, malaikat, jin dll punya tugas atau mission.

Secara universal semua makhluk secara seragam bertasbih atau beribadah kepada Allah, tunduk dan patuh baik teepaksa maupun sukarela. Namun sesungguhnya walau “purpose of life” sama yaitu untuk beribadah, tetapi setiap makhluk punya tugas spesifikmya masing masing.

Apalagi manusia, pasti punya tugas atau peran spesifiknya sebagai alasan kehadiranya di dunia, namun karena manusia diberi kemampuan untuk memilih mau beribadah kepada Allah atau kepada Selain Allah, juga manusia pun bisa memilih, mau menjalankan tugas spesifik (mission) atau peran spesifiknya atau tidak. Yang jelas Allah akan lihat dan perhitungkan siapa yang terbaik amalnya.

Darimana Kita Tahu Misi Hidup Kita

Sesungguhnya Misi hidup atau Peran Spesifik kita melekat dalam karakteristik diri kita sejak lahir sebagai bawaan, kita mengenalmya dengan istilah Fitrah alGharizah. Ini juga berlaku pada benda benda di alam baik benda hidup maupun benda mati, baik individual maupun komunal.

Unsur Besi (Fe) misalnya, ia punya karakteristik unik, maka kita bisa tahu peran (manfaat) besi di muka bumi, dan manusia bisa membentuk sesuai pola karakteristik itu untuk kebutuhan manusia. Begitupula Ayam, ia punya karakteristik, maka kita bisa tahu manfaat ayam bagi dunia.

Jelas bahwa emua yang ada di bumi punya tugas atau manfaat, namun memang alam ini apapun tugasnya, sengaja ditundukkan Allah bagi manusia agar mendukung misi atau peran atau tugas spesifik manusia di muka bumi dalam rangka mencapai maksud penciptaan utk beribadah kepada Allah.

Jadi untuk mengetahui apa tugas spesifik atau misi hidup kita di dunia adalah dengan mengenali dan mengembangkan seluruh aspek fitrah yang ada bukan hanya karakteristik unik personal yaitu fitrah bakat, juga karakteristik umum tetapi khas manusia yang tak dimiliki makhluk lain.

Misi Hidup Kita adalah Perpaduan Seluruh Peran yang tumbuh dan berkembang dari tiap aspek fitrah. Jika misi hidup hanya terkait dengan fitrah bakat atau karakteristik unik personal maka kita tak ada bedanya dengan makhluk lain.

Maka misi hidup adalah paduan dari

  1. Fitrah Keimanan. Jika fitrah ini dididik dan ditumbuhkan paripurna maka kelak akan menjadi peran menyeru kebenaran, peran melakukan perubahan yang Allah ridhai dengan tangannya sebagai bukti kuatnya keimanan.

  2. Fitrah Bakat. Jika fitrah ini dididk dan ditumbuhkan paripurna maka kelak akan menjadi peran memberi solusi terbaik atau karya solutif terbaik dalam suatu bidang kehidupan

Bayangkan jika fitrah keimanan tumbuh paripurna namun tanpa fitrah bakat yang berkembang maka akan muncul manusia yang punya ghirah besar melakukan perubahan besar yang Allah ridhai namun mengalami kebingunan untuk mulai darimana, karena ia bukan orang yang mumpuni pada suatu bidang kehidupan dengan bakatnya. Buat apa?

Sebaliknya, jika fitrah bakat berkembang paripurna namun tanpa fitrah keimanan yang berkembang baik, maka akan muncul manusia yang punya solusi hebat pada suatu bidang kehidupan namun tak punya gairah melakukan perubahan yang Allah ridhai utk menebar rahmat dan manfaat, buat apa?

  1. Fitrah Belajar dan Bernalar. Jika fitrah ini dididk dan ditumbuhkan paripurna maka kelak akan menjadi peran inovasi atau inovator terbaik yang mendukung peran bakatnya pada bidang kehidupan.

Bayangkan bila ada manusia punya ghirah besar melakukan perubahan atas keimanannya, punya bakat hebat dalam sebuah bidang namun berhenti berinovasi dan menemukan sesuatu yg baru karena fitrah Belajar dan Bernalarnya tak tumbuh, buat apa?

  1. Fitrah Seksualitas. Jika fitrah ini dididik dan ditumbuhkan paripurna maka akan menjadi peran keayahbundaan termasuk peran mendidik generasi dan mewariskan legacy keluarga kepada anak dan keturunan.

Bayangkan bila ada manusia yang punya ghirah keimanan untuk menyeru kebenaran dan membuat perubahan besar dengan karya solutif pada bidang kehidupan yg dikuasai mumpuni atas bakatnya sementara gairah inovasinya luarbiasa atas fitrah belajarnya, namun galau menjadi ayah atau ibu, tak suka atau tak nyaman membersamai anak dan pasangan, garing menjadi suami atau kasar menjadi istri dstnya. Buat apa?

  1. Fitrah Estetika dan Bahasa. Jika fitrah ini tumbuh paripurna maka akan menjadi peran untuk mendamaikan dan mengharmonikan peradaban, termasuk peran melestarikan alam dstnya.

Bayangkan bila ada manusia yang punya ghirah menyeru kebenaran dan melakukan perubahan atas keimanannya, punya karya solutif hebat atas bakatnya, sangat inovatif, dekat pada pasangan dan dekat pada anak dan keturunan, namun ghirahnya dan karyanya itu merusak alam, membuat dunia menjadi penuh sengketa dan permusuhan dstnya, buat apa?

  1. Fitrah Individualitas dan Sosialitas. Jika fitrah ini tumbuh paripurna maka akan menjadi peran untuk siap memimpin dan siap terpimpin, peran collaborative leadership atau kepemimpinan yang siap berkolaborasi dan bersinergi serta membangun jaringan dan komunitas yang berdaya.

Bayangkan bila ada manusia yang punya ghirah menyeru kebenaran dan melakukan perubahan atas keimanannya, punya karya solutif hebat atas bakatnya, sangat inovatif, dekat pada pasangan dan dekat pada anak dan keturunan,punya karya solutif ramah pada alam, membuat dunia menjadi lebih damai, namun tak mampu berkolaborasi, egois, merasa paling benar dan semua harus tunduk padanya atau sebaliknya hanya mampu menjadi follower dan tak berani membangun komunitas dam jaringan dsbnya, buat apa?

(Bersambung)

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.