Tag Archives: fitrahbasedlife

Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Tanggal 6 Oktober 2018 kemarin, Khabib berhasil menghentikan sesumbar Connor McGregor, menyumpal mulut besarnya di ronde ke 4 dengan kuncian di leher dalam gelaran Ultimate Fighting Champion ((UFC) ke 229. Kemenangan telak ini justru di jantung pendukung McGregor yang fanatis, di Las Vegas, Nevada.

McGregor ditakuti banyak petarung, dijuluki The Notorius, ada juga yang menyebutnya The Warrior, bahkan kembalinya ia ke gelanggang UFC disebut sebagai kembalinya The King. Pengamat MMA menyebutnya sebagai the best strikes in the world. Semua pengamat menjagokannya, Khabib dipandang tak sekelas, bahkan Dana White founder UFC menyebut Khabib sebagai “kurang persiapan”.

Untuk melawan Khabib, konon McGregor dibayar 32 Milyar lebih. Pertarungan yang disebut sebut sebagai pertarungan UFC terbesar dan termahal sepanjang sejarah ini dengan kursi termahal 26 juta rupiah dan termurah 2 jutaan, justru… Selanjutnya

Keep Relax n Optimist

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Keep Relax n Optimist

Seorang ibu sedih betul, ia merasa gagal mendidik anak lelakinya usia 11 tahun, karena sering mencuri curi melihat foto atau film yang memperlihatkan lelaki dan perempuan berciuman. Hapenya sudah diproteksi, anaknya sdh ditegur dan dinasehati, tetapi nampaknya rasa penasaran seorang lelaki menjelang kedewasaannya tak terbendung. Anaknya masih saja mencuri curi menonton. Ibunya panik dan sedih, merasa gagal, sampai kapan hape bisa diproteksi, sampai kapan anaknya berkhianat di belakangnya dstnya.

Banyak ortu mengalami perasaan gagal jadi ortu melihat perubahan anak anaknya menuju kedewasaan. Anak yang dulu patuh, manut nurut, dekat dll kini sejak usia 11-12 tahun nampak menjauh, berperilaku mengejutkan, beberapa nampak berkhianat di belakang ortunya dll.

Semua yang diajarkan sejak kecil nampak menguap begitu saja. Anak anaknya kini tidak mau diatur, lebih suka berkumpul dengan temannya atau mengurung diri di … Selanjutnya

Ingin Menuai Tanpa Menanam

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Ingin Menuai Tanpa Menanam

Arief dan istrinya, keluarga muda dengan 3 orang anak usia 11, 7 dan 4 tahun, telah mendiami sebuah perumahan di pinggiran kota besar. Ia dan istrinya dulu adalah anak anak daerah yang merantau kuliah di Bandung, lalu Allah mempertemukan mereka dalam pernikahan.

Sebagaimana keluarga muda lainnya, tanpa warisan orangtua, memulai hidup mandiri setelah menikah, bekerja di kota besar, tentu saja hanya mampu tinggal di daerah pinggiran. Arief harus berangkat pagi gelap sebelum anak bangun tidur dan kembali malam hari setelah anak sudah tidur.

Anak anak keluarga muda seperti anak anak keluarga Arief di atas tentu saja mengalami Parentless. Harapannya tentu saja pada komunitas atau Masjid untuk mendidik bersama. Jika tidak ada komunitas dan masjid, maka pilihannya sudah tentu sekolah formal. Namun banyak orangtua kelahiran 80-90an yang berfikiran maju nampaknya tak lagi percaya dengan sekolah, tetapi sayangnya mendidik… Selanjutnya

Mendidik Anak Generasi Z

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Mendidik Anak Generasi Z

Setiap zaman Allah ciptakan generasi unik sesuai zamannya agar mampu hidup di zamannya. Anak2 para orangtua milennials (kelahiran tahun 1975-1995) adalah anak anak zaman now yang dikenal dengan GenZ kelahiran 95 -2010 dan GenAlpha kelahiran 2010 ke atas.

GenZ paling tua hari ini, jika lahir tahun 1995, maka sudah berusia 23 tahun dan paling muda usia 8 tahun kelahiran 2010. Sementara GenAlpha bisa dianggap masih usia dini di bawah 7-8 tahun karena mereka kelahiran di atas tahun 2010. Orang orang menyebut dua generasi ini dengan generasi zaman now.

Sayangnya, banyak orang memplesetkan anak zaman now, mohon maaf, dengan kata “now-udzubillah”, menggambarkan betapa seolah mengerikannya generasi ini. Bahkan ada yang bilang jika dahulu bung Karno berkata, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan kurubah dunia”, kini orangtua berkata, “Berikan aku satu remaja jaman now, maka sakit kepala aku dibuatnya”.… Selanjutnya

Coaching Family

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Coaching Family

Data BPS terbaru menunjukkan bhw kasus perceraian di Indonesia, mencapai lebih dari 300.000 kasus pertahun. Itu artinya ad 970an kasus perhari dan 40 kasus per jam. Perceraian umumnya melanda pasangan dengan usia pernikahan kurang dari 5 tahun, dengan anak 1 atau anak 2. Sementara 70% perceraian terjadi karena Khulu’ atau istri menggugat suami.

Seorang pakar pendidikan mengatakan bahwa penyebab perceraian ada dua, yaitu tiadanya misi pernikahan dan kosongnya rumah dari proses mendidik, tiada saling mencahayakan karena tiada saling asah asih asuh. Umumnya para Ayah tak punya misi, tak tahu mau dibawa kemana keluarganya. Orientasinya hanya bagaimana memenuhi nafkah dan menitipkan sedini mungkin anak ke lembaga penitipan bernama sekolah atau boarding school.

Steven Covey, dalam bukunya family mission statement, mengungkapkan bahwa keluarga tanpa misi atau tanpa peran peradaban, itu ibarat kapal terbang yang pilotnya… Selanjutnya