Tag Archives: fitrahbasedlife

Ingin Menuai Tanpa Menanam

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Ingin Menuai Tanpa Menanam

Arief dan istrinya, keluarga muda dengan 3 orang anak usia 11, 7 dan 4 tahun, telah mendiami sebuah perumahan di pinggiran kota besar. Ia dan istrinya dulu adalah anak anak daerah yang merantau kuliah di Bandung, lalu Allah mempertemukan mereka dalam pernikahan.

Sebagaimana keluarga muda lainnya, tanpa warisan orangtua, memulai hidup mandiri setelah menikah, bekerja di kota besar, tentu saja hanya mampu tinggal di daerah pinggiran. Arief harus berangkat pagi gelap sebelum anak bangun tidur dan kembali malam hari setelah anak sudah tidur.

Anak anak keluarga muda seperti anak anak keluarga Arief di atas tentu saja mengalami Parentless. Harapannya tentu saja pada komunitas atau Masjid untuk mendidik bersama. Jika tidak ada komunitas dan masjid, maka pilihannya sudah tentu sekolah formal. Namun banyak orangtua kelahiran 80-90an yang berfikiran maju nampaknya tak lagi percaya dengan sekolah, tetapi sayangnya mendidik… Selanjutnya

Mendidik Anak Generasi Z

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Mendidik Anak Generasi Z

Setiap zaman Allah ciptakan generasi unik sesuai zamannya agar mampu hidup di zamannya. Anak2 para orangtua milennials (kelahiran tahun 1975-1995) adalah anak anak zaman now yang dikenal dengan GenZ kelahiran 95 -2010 dan GenAlpha kelahiran 2010 ke atas.

GenZ paling tua hari ini, jika lahir tahun 1995, maka sudah berusia 23 tahun dan paling muda usia 8 tahun kelahiran 2010. Sementara GenAlpha bisa dianggap masih usia dini di bawah 7-8 tahun karena mereka kelahiran di atas tahun 2010. Orang orang menyebut dua generasi ini dengan generasi zaman now.

Sayangnya, banyak orang memplesetkan anak zaman now, mohon maaf, dengan kata “now-udzubillah”, menggambarkan betapa seolah mengerikannya generasi ini. Bahkan ada yang bilang jika dahulu bung Karno berkata, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan kurubah dunia”, kini orangtua berkata, “Berikan aku satu remaja jaman now, maka sakit kepala aku dibuatnya”.… Selanjutnya

Coaching Family

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Coaching Family

Data BPS terbaru menunjukkan bhw kasus perceraian di Indonesia, mencapai lebih dari 300.000 kasus pertahun. Itu artinya ad 970an kasus perhari dan 40 kasus per jam. Perceraian umumnya melanda pasangan dengan usia pernikahan kurang dari 5 tahun, dengan anak 1 atau anak 2. Sementara 70% perceraian terjadi karena Khulu’ atau istri menggugat suami.

Seorang pakar pendidikan mengatakan bahwa penyebab perceraian ada dua, yaitu tiadanya misi pernikahan dan kosongnya rumah dari proses mendidik, tiada saling mencahayakan karena tiada saling asah asih asuh. Umumnya para Ayah tak punya misi, tak tahu mau dibawa kemana keluarganya. Orientasinya hanya bagaimana memenuhi nafkah dan menitipkan sedini mungkin anak ke lembaga penitipan bernama sekolah atau boarding school.

Steven Covey, dalam bukunya family mission statement, mengungkapkan bahwa keluarga tanpa misi atau tanpa peran peradaban, itu ibarat kapal terbang yang pilotnya… Selanjutnya

Harry Santosa – Inspirasi dari Seminar “Combating Pornography”

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Inspirasi dari Seminar “Combating Pornography”

Kemarin, 13 September 2018, saya diundang bu Elly Risman untuk menghadiri Seminar dgn Topik “Combating Pornography..” yg diselenggarkan atas kerjasama Yayasan Buah Hati dan DRC FH UI. Paparan riset bu Elly Risman selama 10 tahun menemukan bhw 97% anak usia 12-16 thn telah terpapar pornografi.

Riset Dr Pukovisa & tim bu Elly Risman juga membuktikan bhw pre frontal cortex, bagian otak yg mulia yg mengontrol perilaku & membedakan manusia dgn hewan mengalami penyusutan lebih dari 4%. Ini bagian otak penting terkait pengambilan keputusan yang bijak dan bermartabat. Riset ini dianggap riset pertama di dunia untuk adiksi pornografi pada anak usia 12-16 tahun. Sebagai tambahan info, Dr. Inong juga memperlihatkan bhw penderita HIV meningkat tajam di usia produktif 22-49 thn, itu artinya penyimpangan perilaku seksual telah dimulai di usia 12 tahun.

Seminar ini sesungguhnya… Selanjutnya