Menyambut panggilan Allah untuk yakin, syukur, rileks dan optimis dalam mendidik anak anak kita

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Tidak perlu khawatir tak mampu mendidik anak atau lari dari kewajiban mendidik anak dengan bersembunyi pada masa lalu dengan mengatakan orangtua kami dahulu salah mendidik atau salah mengasuh. Bukankah berbagai pengasuhan orangtua kita kepada kita di waktu kecil adalah kekayaan hikmah yg Allah berikan? Maka mari apa apa yang baik dari orangtua kita dahulu kita lanjutkan, dan apa apa yang buruk kita tinggalkan & maafkan sepenuhnya, lalu ambil dan gali hikmah yang ada dibalik itu semua untuk mendidik anak anak kita dengan lebih baik dan lebih sesuai fitrahnya. Mustahil Allah berikan kita orangtua yang demikian, tanpa maksud dan hikmah dibaliknya.

Tidak perlu khawatir tak mampu mendidik anak atau lari dari kewajiban mendidik anak dengan bersembunyi pada kelemahan dan ketidakpercayaan diri dengan mengatakan kami tidak punya ilmu yang cukup dalam mendidik anak. Bukankah ketika Allah mengamanahkan anak kepada kita berarti Allah telah memilih kita sebagai orangtua versi terbaik bagi anak anak kita? Maka mari sambutlah panggilan Allah untuk menjadi orangtua yang terbaik bagi anak anak kita, karena Allah telah curahkan hikmah untuk setiap versi anak yang diberikan kepada kita. Mustahil Allah berikan amanah jika Allah tak beri hikmah dan bekal fitrah keayahbundaan sekaligus mendampingi kita untuk menjalankan amanah itu kecuali kita tidak yakin padaNya.

Sungguh menyambut panggilan Allah untuk yakin, syukur, rileks dan optimis dalam mendidik anak anak kita adalah bagian dari aqidah kita. Jangan sampai Allah cabut kemampuan dan hikmah serta fitrah keayahbundaan kita karena kita tidak menyambut panggilanNya.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah
#fitrahkeayahbundaan

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.