Maaf bang, bukan maksud hati

Seorang Abang, yang 8 tahun silam menjadi teman yang baik bagi saya dan teman2 saya, kini hadir dihadapan saya dan teman2 saya dengan kondisi yang memprihatinkan, datang dari luar pulau yaitu Padang dengan kondisi lemah tidak mampu berjalan, lumpuh dengan kondisi lemah dan kurus, yang berjalan harus merambat, sudah 3 bulan lebih di Jakarta.

Beliau sebut saja teman saya yang dahulu lincah pada 8 tahun silam di Jakarta. saya mungkin yang paling baru mengenalnya ketimbang teman2 saya yang dalam arti cukup lama bertahun tahun sebelum saya kenal, teman saya tersebut bermata pencarian berdagang di Jakarta, boleh dibilang ketika itu berhasil sukses membawa bisnisnya menjadi milik dia sendiri, semasa berteman dengan teman2 saya dan memang saya lihat baik dan royal, mungkin saya tidak terlalu dekat tapi saya bisa melihat senyum teman2 saya ketika itu, tapi kini jatuh sejatuhnya ketika berada di Padang entah bagaimana saat ini tak punya apapun.

Teman saya tersebut 3 bulan lalu datang ke Jakarta tiba tiba, yang memang sebelumnya pernah bilang mau ke Jakarta terhadap saya dan teman2 saya akan tetapi saya selalu menyarankan tetap bersama keluarga karena memang di Jakarta tidak ada keluarga sama sekali, lalu jika butuh bantuan utk berobat saya dan teman2 saya akan bantu sebisanya, tapi entah mengapa tiba2 datang dan minta jemput teman saya yang memang kondisinya memprihatinkan seperti yang saya sampaikan diawal.

Setelah dijemput dibawa ke Rumah ortu teman saya, tapi setelah sebulan lamanya ortu dari teman saya tersebut keberatan dan mulai dari itu mulai ada musyawarah sebaiknya pulang kembali ke Keluarga di Padang, menyampaikan ini pun pelan2/tidak enak dan saat ini berada di kontrakan teman saya karena ortu dari teman saya sudah sangat keberatan, entah mengapa teman2 yang lain seperti seakan cuek dengan keadaannya tapi saya yakin pasti ada alasan dan ga mungkin tega, selama disini sudah beberapa kali menjalani beberapa jenis pengobatan tapi memang tidak terlihat membaik karena mungkin sudah permanen?, saat ini masih menjalani masa pengobatan,

Kemarin saya mencoba untuk meminta bantuan teman2 saya untuk pertanggung jawaban hasil musyawarah ketika itu, paling tidak ada bentuk bantuan dana agar teman saya tersebut bisa pulang ke padang, dan ini pun sudah dibicarakan yang Alhamdulillah menerima dan sudah dipastikan disana ada yang jemput, akan tetapi ketika saya jemput kekontrakan teman saya untuk diantarkan ke terminal rencanapun berubah, dana yang terkumpul untuk pulang digunakan untuk pengobatan beberapa kali lg, mudah2an niat baik ini membuahkan hasil dan diberi jalan lagi untuk kembali kekeluarganya,

آمِيّنْ.. آمِيّنْ.. يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

One thought on “Maaf bang, bukan maksud hati

  1. Pingback: Jalan untuk kembali | Blog Dimas

Leave a Reply