Coaching Family

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Coaching Family

Data BPS terbaru menunjukkan bhw kasus perceraian di Indonesia, mencapai lebih dari 300.000 kasus pertahun. Itu artinya ad 970an kasus perhari dan 40 kasus per jam. Perceraian umumnya melanda pasangan dengan usia pernikahan kurang dari 5 tahun, dengan anak 1 atau anak 2. Sementara 70% perceraian terjadi karena Khulu’ atau istri menggugat suami.

Seorang pakar pendidikan mengatakan bahwa penyebab perceraian ada dua, yaitu tiadanya misi pernikahan dan kosongnya rumah dari proses mendidik, tiada saling mencahayakan karena tiada saling asah asih asuh. Umumnya para Ayah tak punya misi, tak tahu mau dibawa kemana keluarganya. Orientasinya hanya bagaimana memenuhi nafkah dan menitipkan sedini mungkin anak ke lembaga penitipan bernama sekolah atau boarding school.

Steven Covey, dalam bukunya family mission statement, mengungkapkan bahwa keluarga tanpa misi atau tanpa peran peradaban, itu ibarat kapal terbang yang pilotnya tak tahu route penerbangan dan tak tahu destinasi penerbangan. Dan anak anak yang dibesarkan pada keluarga tanpa misi keluarga, tak punya landasan kokoh yang mengendalikan orientasi hidupnya dan masa depannya. Tiada misi besar yang diperjuangkan dan tiada perjuangan yang dilanjutkan anak dan keturunan.

Sepanjang sejarah, tugas para Ayah yang utama adalah merancang misi dan visi keluarga serta mendidik anak dan istrinya. Ayah ayah hebat yang menjadi teladan di alQuran adalah para ayah yang punya misi besar yang diperjuangkan dan dilanjutkan anak dan keturunan. Lihatlah misi besar Nabi Ibrahim AS untuk anak dan keturunannya, diabadikagn dalam doa doanya. Simaklah dialog dialog “mendidik” keren ayah Ibrahim AS dan anaknya, ayah Luqman alHakim dan anaknya di dalam alQuran.

Mari kita kembalikan fitrah keayahan para Ayah untuk memimpin keluarganya, mari kita kembalikan fitrah keibuan para Ibu untuk mendukung para Ayah dan mendidik anak anaknya.

Alhamdulillh, hari ini di Bandung, sekumpulan psikolog muda kreatif, meramu program coaching family, membantu pasangan muda dgn masa pernikahan antara 1 – 8 tahun. untuk merancang masa depannya dan menggali misi keluarganya. Itu dimulai dengan memetakan semua aspek fitrah ayah dan aspek fitrah bunda, menggali core value keluarga, melakukan tracking aktifitas ayah dan bunda, menemukan pola aktifitas yang merupakan peran keluarga, merencanakan roadmap beberapa tahun ke depan datnya.

Saya optimis pada masa depan keluarga muda, melihat betapa mereka antusias untuk kembali kepada fitrahnya, fitrah diri dan fitrah keayahbundaan, fitrah keluarga atau misi keluarga, fitrah mendidik anak anaknya. Yuk kita giatkan pendampingan keluarga keluarga muda agar tak ada lagi ayah galau penuh obsesi tanpa misi , bunda galau tak berani merancang aksi bermakna, melakukan observasi dan inovasi.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife
#familymission

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.