Category Archives: IPTEK

Jalan Fitrah – The creator – Al Khaliq

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Seorang Ulama berkata

“Ketahuilah bahwa Allahlah Pendidik ((Murobby) Sejati karena Dialah alKhaliq, Sang Pencipta yang telah menciptakan Fitrah manusia. Dialah Yang telah Menyediakan Jalan bagi Fitrah itu untuk Tumbuh, Berkembang dan Bekerjanya Fitrah itu Sesuai Tahapannya.

Dialah pula yang telah menetapkan Kitabullah untuk memandu Fitrah itu agar tumbuh indah, sempurna dan berbahagia.

Karenanya Wahai Para Pendidik dan Orangtua, Ikuti saja jalan Fitrah itu dan pandulah ia dengan Kitabullah agar menjadi Peran Peradaban terbaik dengan semulia mulia Adab sehingga menebar rahmat dan manfaat bagi semesta”

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Sistem Pendidikan kita menurut cucu pendiri Gontor, Prof. Dr. Fahmi Zarkasy

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sistem Pendidikan kita menurut cucu pendiri Gontor, Prof. Dr. Fahmi Zarkasy, telah gagal melahirkan Peradaban. Penyebabnya adalah tidak berbasiskan pada Adab. Menurut Beliau, hanya dengan berbasis Adablah, sebuah pendidikan mampu melahirkan perAdaban atau secara personal mampu melahirkan manusia yang adil dan beradab.

Alpanya Adab dalam sistem pendidikan, menurut beliau, setidaknya nampak pada 3 hal, yaitu kezhaliman (miskonsepsi), kebodohan (malfungsi) dan kegilaan (misorientasi). Kita akan bahas ketiganya, kemudian melihat dalam perspektif konsep dan praktek pendidikan berbasis fitrah,

Penjelasannya sebagai berikut.

Kezhaliman atau Miskonsepsi.

Miskonsepsi adalah karena salah meletakkan atau menerapkan konsep. Konsep yang digunakan sama sekali tidak relevan dengan peradaban. Dalam pandangan pendidikan berbasis fitrah, salah Konsep ini terkait dengan salah memahami lansekap peradaban, yang meliputi 3 unsur peradaban.… Selanjutnya

Fitrah Individualitas dan Kemampuan Berjama’ah.

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Fitrah Individualitas dan Kemampuan Berjama’ah.

Setiap kita tahu penting dan wajibnya berjama’ah, namun tidak setiap kita siap berjama’ah dan punya kemampuan berjama’ah, karena fitrah individualitas yang tak tumbuh paripurna.

Berjama’ah bukan sekedar berkumpul atau kumpul kumpul, tetapi ada perpaduan potensi, ada sinergi yang bicara alternatif ketiga, yaitu bukan tentang pilihan saya (alternatif 1), juga bukan tentang pilihan kamu (alternatif 2), tetapi tentang pilihan kita bersama (alternatif 3).

Tentu saja untuk sampai pada alternatif ketiga itu tidak mudah, diperlukan kemampuan empati yang besar, kemampuan mengendalikan ego bahkan menurunkan ego serendahnya, keikhlashan yang alamiah dan spontan, sehingga secara kolaboratif mampu menemukan jalan alternatif ketiga yang lebih baik bagi semua. Prinsip berjama’ah adalah No one is as smart as all of us, tiada seorangpun yang lebih pandai… Selanjutnya

Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.

Fitrah seksualitas keperempuanan adalah bagaimana seseorang perempuan itu berfikir, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang perempuan. Fitrah seksualitas kelelakian adalah bagaimana seseorang lelaki itu berfikir, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang lelaki.

Secara fitrah seksualitas seseorang hanya dilahirkan sebagai lelaki atau sebagai perempuan, tidak ada jenis kelamin lainnya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa homo atau lesbian atau lainnya adalah bawaan lahir, itu sesungguhnya ia telah menyimpang fitrahnya.

Penyimpangan fitrah seksualitas sangat beragam, kasusnya tidak hanya terjadi di kalangan manusia liberal namun juga manusia relijius, karena setiap aspek fitrah adalah keniscyaan bagi manusia yang perlu mendapat saluran dan mendapat perhatian untuk dididik.

Mereka yang berlebihan dalam… Selanjutnya

Fitrah Individualitas vs Fitrah Sosialitas

Fitrah Individualitas vs Fitrah Sosialitas

Hari ini ummat mengalami krisis kepemimpinan. Pemimpin pemimpin bermunculan namun dengan mental penguasa (sulthon, raja, sultan) bukan mental orang yang mengurusi (melayani) urusan orang beriman (amirul mukminin). Justru penguasa ini bermental ingin dilayani.

Para pemimpin bermental penguasa ini umumnya rakus kekuasaan, tyrant, corrupt, membangun kerajaan pribadi dengan menyiapkan penerus alias putra mahkota, pencitraan tak wajar (riya’), narsis di ruang publik dsbnya namun yang jelas ia tidak siap menunaikan kewajiban sosialnya sebagai pemimpin, namun paling depan ketika menuntut haknya yang sebenarnya lebih sering bukan haknya.

Pemimpin seperti model yang digambarkan di atas sudah pasti tak pernah siap untuk dipimpin siapapun apalagi bersinergi, ia rela menginjak siapapun agar senantiasa di atas, ia pada dasarnya tak siap mendengar dan melayani, ia tak siap mengambil alih masalah ummat menjadi masalah personalnya, ego nya tak cukup siap untuk berempati karena tak terpuaskan ketika

Selanjutnya