FBE

- Dakwah, FBE, IMTAQ

Society 5.0 and Fitrah (The Islamic Concept of Human Nature)

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Society 5.0 and Fitrah (The Islamic Concept of Human Nature)

Hari ini semua orang bicara tentang Industrial Revolution 4.0, ditandai dengan membanjirnya teknologi informasi, termasuk melimpahnya informasi. Semua nampak lebih mudah diperoleh dan diakses, namun sesungguhnya kering dari makna.

Muncul generasi millennials (kelahiran 70an-90an), yang sekarang disusul generasi Z (kelahiran 1995-2010) dan generasi Alpha (kelahiran 2010an) yang disebut generasi digital native, yang sejak lahir semuanya serba digital. Ada yang menyebut mereka generasi five screens, yaitu bisa melihat 5 layar digital dalam satu waktu.

Tentu saja, digital transformation ini mempengaruhi kehidupan, dari ruang pribadi, sampai ruang keluarga, bahkan ruang sosial misalnya ruang komunitas dan ruang negara. Transformasi digital tentu juga membuat transformasi sosial dan kejiwaan besar besaran.

Di tengah berbagai kemudahan pada masyarakat yang disebut information… Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ, Mutiara Pagi

Index Fitrah Kebundaan: Fitrah based Life Mothering Assessment

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Index Fitrah Kebundaan: Fitrah based Life Mothering Assessment

Beberapa tahun yang lalu, para pakar pendidikan berteriak memperingatkan bahwa Indonesia adalah negeri tanpa ayah, atau the fatherless country.

Namun belakangan ternyata juga menjadi negeri tanpa ibu atau the motherless country, karena banyak ibu yang tergerus fitrah keibuannya. Bisa jadi karena dimulai dari ketidakhadiran ayah dalam peran keayahannya, sehingga walhasil banyak peran ayah yang ditakeover oleh bunda.

Karena bunda ambil peran ayah (peran ganda), maka para bunda kemudian menjadi “keayahan”, misalnya sumbunya pendek, gampang marah, marahnya panjang, sulit memaafkan, lumayan garing dstnya.

Karena bunda jadi “keayahan” , maka kemudian sering dijumpai suami “takut istri”, karena istrinya lebih galak dari suaminya. Tentu saja efeknya tak main main, para ibu yang “garing” cenderung melahirkan anak lelaki… Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ, Mutiara Pagi

Indeks Fitrah Keayahan : Fitrah based Life Fathering Assessment

Fitrah Keayahan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.

Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Indeks Fitrah Keayahan : Fitrah based Life Fathering Assessment

Banyak para Ibu atau Istri mengeluh, bahwa Suaminya sulit diajak terlibat dalam mendidik anak, bahkan kadang nampak “tidak memahami perasaan” istrinya, atau kurang tangguh dalam kehidupan dsbnya.

Ini dikarenakan banyak ayah merasa bahwa fungsi atau perannya hanya mencari nafkah semata, sebagian besar ayah lebih memilih sibuk tenggelam dalam pekerjaannya atau bisnisnya.

Jika didalami lagi, penyebabnya bisa karena aqidah (keimanan), banyak ayah tidak menyadari bahwa mendidik anak adalah bagian dari aqidah. Padahal Dialog ayah dan anak di AlQuran mencapai 14 dialog, dari 17 dialog antara orangtua dan anak. Dan Ayah ayah hebat di alQuran, keimanan mereka berwujud pada misi hidup yang hebat dan kemampuan mendidik anak yang keren dan bijak.

Penyebab lainnya bisa jadi karena ego yang cidera, salah karir, tidak jelas misi hidupnya, tidak punya sosok … Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ, Mutiara Pagi

Kebahagiaan dan Misi Hidup

Perjalanan hidup Rasulullah SAW

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT. Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Kebahagiaan dan Misi Hidup

Happiness atau kebahagiaan dalam Islam itu bukan kesenangan sesaat, tetapi ia adalah suasana kejiwaan yang merasakan kepuasan abadi (syurgawi/paradisable). AlQuran menyebut suasana kejiwaan yang seperti itu dengan istilah jiwa yang tenang (muthmainnah)

Karenanya Islam tak mengenal istilah the pursuit of happiness (mengejar kebahagiaan) dalam perspektif bahagia pada masyarakat kapitalisme atau sosialisme, berupa kesenangan semu, tetapi Islam mengenal istilah mencapai kebahagiaan hakiki (attainment of the true happiness)

Perasaan bahagia yang hakiki (muthmainnah) itu diperoleh karena menyambut dan menjalankan panggilan hidup (calling), menyimak suara hati terdalam (inner voice) sehingga menemukan misi hidup di dunia yang berorientasi langit, yaitu menebar sebesar besar manfaat dan rahmat selama hidup di dunia, dengan misi hidupnya itu.

Sehingga jiwa yang tenang … Selanjutnya

- Dakwah, FBE, IMTAQ

Apakah Fitrah based Education bisa diterapkan di Sekolah?

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa

Apakah Fitrah based Education bisa diterapkan di Sekolah?

Tentu saja bisa, namun dengan syarat bahwa sekolah harus melibatkan orangtua (parental enggagement) secara intens dalam proses pendidikannya. Ada banyak hal dalam mendidik setidaknya ada 8 aspek fitrah dimana peran orangtua sangat penting dan menentukan.

Sekolah harus menyadari bahwa tanpa keterlibatan orangtua, maka proses mendidik anak menjadi manusia seutuhnya sesuai fitrahnya akan jauh dari harapan, begitupula para orangtua harus menyadari bahwa kapasitas sekolah memang tidak cukup untuk menumbuhkan semua aspek fitrah juga termasuk adab.

Ini bukan tentang wajib hadir di undangan seminar parenting sebulan sekali yang diadakan sekolah, namun tentang keterlibatan penuh orangtua dalam perencanaan dan proses pendidikan.

Mendidik kedelapan aspek fitrah ini benar benar harus berjalan simultan dan memerlukan ketelatenan, keshabaran tingkat tinggi yang tidak mungkin bisa… Selanjutnya