Tag Archives: butiranilmu

Fiqih Pendidikan Anak dalam Al Qur’an dan As Sunnah (Dari Kelahiran hingga Menikahkan) Oleh: Farid Nu’man

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.

Mukadimah
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)
Berkata Imam Asy Syaukani Rahimahullah dalam Kitab Fathul Qadir:
“يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم” بفعل ما أمركم به وترك ما نهاكم عنه “وأهليكم” بأمرهم بطاعة الله ونهيهم عن معاصيه
“Wahai Oang-orang yang beriman, peliharalah dirimu” maksudnya dengan melaksanakan apa-apa yang telah diperintahkan kepadamu dan meninggalkan apa-apa yang telah dilarang untukmu. “Dan keluargamu” maksudnya dengan memerintahkan mereka untuk tat kepada Allah dan mencegah mereka dari maksiat kepadaNya. (Imam Asy Syaukani,… Selanjutnya

Sikap Para Imam Terhadap Khilafiyah Fiqih

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.

Muqadimah
Saat ini kita hidup pada zaman penuh fitnah, di antaranya fitnah iftiraqul ummah (perpecahan umat). Di antara banyak penyebab perpecahan itu adalah perselisihan mereka dalam hal pemahahaman keagamaan. Hanya yang mendapat rahmat dari Allah Ta’ala semata, yang tidak menjadikan khilafiyah furu’iyah (perbedaan cabang) sebagai ajang perpecahan di antara mereka. Namun, yang seperti itu tidak banyak. Kebanyakan umat ini, termasuk didukung oleh sebagian ahli ilmu yang tergelincir dalam bersikap, mereka larut dalam keributan perselisihan fiqih yang berkepanjangan. Mereka tanpa sadar ‘dipermainkan’ oleh emosi dan hawa nafsu. Untuk itulah tulisan ini kami susun. Mudah-mudahan kita bisa meneladani para Imam kaum muslimin, mengetahui kedewasaan mereka, dan sikap bijak dan arif mereka dalam menyikapi perselisihan di antara mereka.

Perlu ditegaskan, yang dimaksud khilafiyah di sini adalah perselisihan fiqih yang termasuk kategori ikhtilaf tanawwu’… Selanjutnya

Seseorang tergantung agama kawan dekatnya, shahihkah? Dan apa maksudnya? Oleh: Farid Nu’man Hasan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.

Pertanyaan:
Assalamu ‘Alaikum .., Afwab Ustadz ana pernah dengar hadits: “Seseorang di atas agama kawan dekatnya.” Itu status haditsnya gimana ustadz? Dan maksudnya apa? (dari 085710526xxx)
Jawaban:
Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala Aalihi wa Ashhabihhi wa Man waalah wa ba’d:
Hadits yang antum maksud adalah, dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seorang laki-laki di atas agama sahabat dekatnya, maka hendaknya seseorang di antara kalian melihat kepada siapa dia bersahabat.
Hadits ini diriwayatkan oleh:
– Imam Abu Daud dalam Sunan-nya, Kitabul Adab Bab Man Yu’maru An Yujaalisa, No. 4833
– Imam At Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Az Zuhd ‘an Rasulillah… Selanjutnya

TENTANG KARAKTERISTIK ISLAM ( Oleh: Farid Nu’man )

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.

Mukadimah

Rubrik Fiqh Da’wah kali ini menurunkan kajian tentang Khasha-isul Islam (Karakteristik Islam) sebagai perbekalan ilmiah bagi para da’i, selain sebagai upaya tarbiyah tsaqafiyah, juga agar para da’i mampu menampilkan Islam yang haq, istimewa dan unggul.

Islam memiliki karakter, ciri khas, dan kepribadian yang berbeda dengan agama lainnya. Baik itu Yahudi, Kristen, atau agama paganis seperti Hindu, Budha, atau isme (paham) buatan manusia seperti komunisme, sosialisme, kapitalisme dan lain-lain. Karakter ini, bukan sekadar menunjukkan perbedaan, tetapi juga keunggulan, ketinggian, keistimewaan, dan kemurniannya sebagai ajaran agama.

Tidak banyak umat Islam yang mengetahui karakter agamanya. Itulah kenyataan yang telah lama dan tidak mengenakan. Baik terjadi karena kemalasan mempelajari agamanya, atau karena mu’amarah li at Taghrib (konspirasi pembaratan), juga karena pembodohan sistematis.

Boleh dikatakan sukses. Umumnya umat Islam… Selanjutnya

Seruan Nabawi Untuk Kader dan Qiyadah Oleh: Farid Nu’man Hasan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.

“Dan Kami jadikan kalian sebagai umatan wasathan (pertengahan)” (QS. Al Baqarah: 143)
“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS. Ar Rahman (55): 9)
“ …dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (QS. An Nisa (4): 58)
“ … Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya.” (QS. Al Hujurat (49): 9)
Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Sebaik-baiknya perbuatan (‘amal) adalah yang pertengahan.” (HR. Al Baihaqi, Syu’abul Iman, 8/411/3730. As Sam’ani meriwayatkan dalam Dzail Tarikh Baghdad secara marfu’ dari Ali, tetapi dalam sanadnya terdapat periwayat yang majhul. Ad Dailami juga meriwayatkan tanpa sanad dari Ibnu Abbas secara marfu’. Lihat Imam ‘Ajluni, Kasyful Khafa’, 1/391 dan Imam As Sakhawi, Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 112. Imam… Selanjutnya