Category Archives: IPTEK

Mindset ilmu

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

“Ilmu itu bukan untuk dikuasai. Ilmu itu ibarat cahaya yang menerangi ruang yang gelap, dimana kita hanya bisa melangkah di ruang gelap itu dalam pendar pendar cahaya itu untuk semakin menjadi diri kita atau semakin menuju kesejatian diri kita”

Learning is not for learning, learning is for being. Knowledge is not for Knowledge, knowledge is for being. Ya begitulah seharusnya Ilmu pengetahuan itu bukan utk dikuasai, tetapi menuntun kita untuk semakin menjadi.

Mindset bahwa Ilmu harus dikuasai banyak banyak tanpa relevan dengan potensi fitrah diri menyebabkan lahirnya banyak orang pandai (human thinking) dan manusia terampil (human doing), namun gagal menjadi human being atau insan kamil, yaitu manusia Robbani yang senantiasa menjalani hidup dalam orientasi kepada penugasan Tuhannya untuk memenuhi alasan kehadirannya di dunia.

Riset selama 15 tahun terhadap 19 orang tamatan terbaik Universitas Harvard angkatan 1990, membuktikan… Selanjutnya

Imanan wa ihtisaban #5

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Orang orang pada sebuah bangsa berkembang sering merasa pesimis, bahkan minder bahwa negerinya yang miskin itu tak akan pernah mampu tampil hebat dan cemerlang karena kemiskinannya atau kelemahan ekonominya. Mereka mengatakan untuk menyelesaikan dahulu urusan perut dan kebutuhan materi lainnya sebelum bisa sampai pada kemajuan.

Sebagian orang orang pada bangsa berkembang itu kurang optimis pada masa depan, mereka lebih suka menyalah nyalahkan masa lalu, menyalahkan konspirasi negara maju yang melemahkan mereka, sibuk menyalahkan bangsa sendiri dstnya sehingga membuat mereka justru berjalan di tempat bahkan mundur ke belakang.

Seorang sosiolog mengatakan mengapa bangsa bangsa di timur mudah dijajah, itu karena ada sifat sifat dan fikiran fikiran dominan pada bangsa itu yang menyebabkan mereka layak dan pantas untuk dijajah.

Riset riset terbaru hari ini menunjukkan hal yang berbeda tentang kemajuan, bahwa kemajuan seorang individu,… Selanjutnya

Imanan wa Ihtisaban #4

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah, semua aspek fitrah apabila dirawat, dibangkitkan, ditumbuhkan (tarbiyah) dengan paripurna kelak akan menjadi peran peran dalam kehidupan bahkan menjadi adab mulia. Peran terbaik dan adab mulia adalah indikator tercapainya pendidikan berbasis fitrah.

Misalnya fitrah bakat, jika tumbuh paripurna, kelak akan menjadi peran dalam bidang kehidupan dalam bidang profesi atau akademisi atau wirausaha dengan karya karya solutif terbaik dalam bidang tersebut yang memberi manfaat besar bagi masyarakat. Tentu saja mereka yang punya karya dan manfaat itu disebut manusia yang beradab pada masyarakatnya.

Begitupula fitrah seksualitas, jika tumbuh paripurna, kelak akan menjadi peran keayahbundaan terbaik atau peran kesuami istrian terbaik, yang tentu saja dengan peran terbaik itu pasti beradab mulia kepada anak keturunan dan pasangan. Sementara fitrah belajar dan bernalar jika tumbuh paripurna … Selanjutnya

Imanan wa Ihtisaban #1

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Barangkali kita sudah bosan mendengar uraian ceramah Ramadhan yang menasehati pentingnya menjalani Ramadhan dengan Imanan dan Ihtisaban.

Di kehidupan nyata, Imanan & Ihtisaban sesungguhnya adalah mindset hebat yang merupakan syarat sukses segala sesuatu. Jika kita jeli, apapun dalam kehidupan ternyata harus dimulai dari Keyakinan (Imanan) yang dalam atau Believe (pastikan apa yang dijalani itu benar – Do the Right Thing) lalu kemudian dijalankan dgn penuh perhitungan (Ihtisab) atau Presisi (pastikan apa yang dijalani itu dilakukan dengan benar – Do the Thing Right).

Ramadhan melatih 2 mindset sekaligus sikap itu, yaitu Imanan dan Ihtisaban, agar kelak menjadi sikap bahkan karakter yang dibentuk (Adab) dalam menjalani kehidupan yang lebih berkualitas dan bermakna.

Imanan

Dalam kehidupan keseharian manusia, ternyata banyak manusia yang menjalani hidup tanpa kesadaran yang penuh, baik kesadaran dalam kehidupan personal… Selanjutnya

Complete the Mission

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Complete the Mission

Bayangkan jika anda sedang jatuh terpuruk, ditinggal orang orang tersayang lalu tiba tiba Allah SWT memberikan karunia sebuah traveling yang luarbiasa, ke sebuah tempat yang sangat indah, yang dirindukan banyak orang karena saking luar biasa indahnya, lalu ditunjukkan rumah anda yang indah di sana maka anda pasti tidak akan mau kembali pulang.

Tetapi Rasulullah SAW, dalam keadaan sedih dan terpuruk, diperjalankan Allah mi’raj ke Sidratul Muntaha, kepada derajat tertinggi yang belum pernah dicapai manusia, melihat begitu indahnya syurga dan menyaksikan hebatnya neraka tetapi dipastikan tak akan masuk neraka, tetapi beliau tetap kembali ke dunia.

Muhammad Iqbal seorang pemikir besar Islam dari Pakistan menuliskan, “…karena Muhammad SAW ingin menyelesaikan misinya atau tugasnya atau peran Kenabiannya sampai ajal menjemput (complete his mission)” . Sejarah kemudian memang mencatat betapa

Selanjutnya