Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.
“Bukan Aib!”, kata Abu Bakar RA, “…bukan aib bila seseorang tidak mengetahui sesuatu yang tidak relevan dengan dirinya”.
Jika anak kita hanya suka pelajaran matematika, namun tidak suka pelajaran bahasa, atau sebaliknya, apakah masalah buat kita?
Jika anak kita tidak suka semua pelajaran, sukanya hanya “menggambar”, “mengkhayal”, “merenung”, “mengobrol”, “memasak”, “beres beres rumah”, “mengumpulkan teman teman” dll , apakah masalah buat kita?
Bagi negara anak anak kita seperti di atas akan dianggap bermasalah besar, bahkan dianggap produk gagal, tidak punya masa depan.
Bagi sekolah yang memberhalakan nilai akademis, hal seperti di atas akan dinilai “sangat bermasalah”, anak anak kita terancam dikeluarkan, dicap merusak prestasi, tidak layak disekolahkan dstnya.
Bagi orangtua yang obsesif, hal ini dianggap mimpi buruk, masa depan suram, mungkin dianggap musibah bagi keturunan dstnya.
Gejala bahwa seorang anak harus hebat semuanya,… Selanjutnya