- Dakwah, FBE, IMTAQ, IPTEK, Mutiara Pagi

Langkah Langkah Menemukan Misi Hidup

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Langkah Langkah Menemukan Misi Hidup

Hari ini usia anda 30an atau menjelang 40 tahun? Nah itu pertanda datangnya suatu masa dimana anda mulai Galau dan Gelisah. Mengapa?

Ketahuilah Kegalauan dan Kegelisahan itu tak bisa dijawab dan direspon dengan menonton Youtube, menyimak berita politik, menonton film Hollywood atau Bollywood apalagi Korea yang melow. Tak bisa dijawab dan direspon dengan bermain Games, menyalurkan Hobby atau Travelling ke Luar Negeri.

Percayalah itu semua akan Wasting time, semakin menambah dan menambang Galau dan Gelisah. Cuma pengentasan dan pelarian sementara sebelum datang lagi kegalauan yang lebih besar. Travelling sejauh apapun anda akan kembali pulang ke rumah dengan membawa koper dan setumpuk penuh cucian kotor dan setumpuk oleh oleh yang tak bermakna yang cuma kenangan semu.

Sahabat yang baik,

Kegelisahan dan Kegaluan itu sesungguhnya Allah sedang bicara kepada kita. Begitupula fitrah dan jiwa kita sedang “menjerit dan meminta haknya agar bermakna di dunia”.

Seolah Jiwa kita berkata:
“Apa hidup cuma begini ini tanpa makna? Rutinitas menjemukan, dunia yang tak ada habisnya, makin dikejar makin dahaga dan hampa. Sampai kapan menjalani hidup tanpa makna walau segunung prestasi dan kompetensi? Apa hidup sekedar mengumpulkan pahala dan dosa? Apa hidup tentang banyak sedekah berupa harta atau ibadah tanpa makna? Apa hidup hanya menjadi orang baik baik dan bermanfaat belaka? Lalu manfaat itu untuk siapa, orientasinya kemana dan dengan apa? Lalu apa sesungguhnya maksud hidupmu, apa maknamu di dunia, apa tugas langitmu di dunia ini, apa makna bahagia sesungguhnya, apa yang akan diperjuangkan sampai akhir hidup, apa yang akan dipertanggunggjawabkan kelak?

Maka jangan dibiarkan apalagi dilewatkan karena usia anda berjalan terus tak terbendung. Jangan pula mencari pelarian berupa kebahagiaan semu atau kesenangan sesaat walau nampak bermanfaat.

Sesungguhnya begitulah Allah SWT memberikan karuniaNya setiap saat kepada manusia, memberikan kegelisahan dan kegalauan agar kita segera menemukan makna keberadaan dan makna kebahagiaan hidup kita di dunia. Itulah Misi Hidupmu. Para Nabipun sebelum mendapat Misi Hidupnya mengalami kegelisahan dan kegaluan, namun mereka menjawab itu dengan merenung mendalam, mendekat kepada Allah, meminta petunjuk dan bimbingan apa yang ingin diperjuangkan dan diridhaiNya sebagai makna dirinya dstnya.


Berikut Langkah Langkah Menemukan Misi Hidup dan Makna Hidup di dunia

  1. Lakukan Tazkiyatunnafs (5M)

Berhentilah sesaat, luangkan waktu untuk melakukan Tazkiyatunnafs.

Mu’ahadah – Menyadari dan mengakui Makna Maksud Penciptaan, Makna Penciptaan Manusia sebagai Khalifatullah fil Ardh termasuk makna The Mission of Life, Makna Syukur atas semua Fitrah dan Sumberdaya yang diberikan dll

Muroqobah – Mendekat dan meminta sungguh sungguh kepada ALlah SWT agar diberikan Qoulan Sadida, suatu narasi yang kuat untuk menjalani kehidupan dengan Tugas Langit spesifik.
“farobbukum a’lamu biman huwa ahda Sabila”, dan Robbmulah yang paling tahu siapa yang paling tepat dan benar Jalannya.

Muhasabah – Mengevaluasi dan mentracking hidup anda selama ini, syukuri dengan cara melacak semua kebaikan yang Allah berikan kepada diri anda baik kompetensi, bakat, sumberdaya dll yang selama ini Allah berikan kepada anda. Mintalah agar Allah memampukan anda bersyukur dan menggunakannya di jalan Allah untuk menyeru kebenaran atau menegakkan peradaban pada suatu bidang perjuangan (amal shalih yang Allah ridhai)

Mu’aqobah – Melepas semua yang menghambat dan menjadi penyebab sulitnya anda menemukan kebahagiaan hakiki dan makna hidup untuk menjalani tugas spesifik dan istimewa dari Zat Yang Menjadikan Khalifah di Muka Bumi. Selesaikan semua hal yang mengganggu perjalanan, maafkan semua kesalahan terutama pada Orangtua, Pasangan dan Anak. Hentikan semua maksiat yang merusak dan membuat tidak fokus, seperti hasad, ghibah, namimah dll apalagi Dosa Besar seperti Zina, Khamar, Maisir (Permainan yang Melalaikan) dan juga Riba yang menyebabkan kegelisahan tingkat dewa.

Mujahadah – Menemukan Misi Hidup dengan sungguh sungguh, bukan sambilan. Berhenti sejenak dan jika perlu lakukan Uzlah seperti para Nabi dan orang orang terdahulu. Berikut ini adalah beberapa langkah menemukan Misi Hidup, lakukanlah dengan sungguh sungguh sampai anda merasa yakin dan berani menjalani dengan komitmen dan konsisten.

  1. Dengarkan suara hati yang memanggil manggil untuk menyeru kebenaran dalam suatu bidang atau suatu masalah ummat, misalnya pendidikan, ekonomi, kelestarian, kemiskinan, politik, sosial dll

Ini tidak terkait dengan bakat, ijasah, pekerjaan, kompetensi, bisnis dll. Ini murni berangkat dari dalam dalam jiwa yang menggebu gebu untuk menyeru kebenaran dalam suatu bidang dalam rangka memperbaiki peradaban yang Allah ridhai.

Beri tantangan pertanyaan,
“apakah jika Allah wafatkan dan hidupkan kembali, akan melakukan ini kembali?”
“apakah jika Allah berikan sumberdaya tak terbatas dan umur panjang, pasti akan terus melakukan perjuangan pada bidang ini sampai akhir?”
“apakah anda merasa bahwa semua masalah di dunia, akarnya adalah ini?”
dstnya.

Jika bidang yang memanggil manggil adalah pendidikan, maka tuliskan masalah atau potensi yang paling mau diselesaikan atau dikembangkan yang mana? Sasarannya siapa? Scope wilayahnya jika ada?
Misalnya “mengembalikan kesejatian fitrah keluarga Indonesia melalui pendidikan anak dan pendidikan ayahbunda berbasis fitrah”

Jika tidak ada “suara langit” yang memanggil2, maka kemungkinan besar anda kurang Tazkiyatunnafs. Maka lakukan Tazkiyatunnafs lebih intensif khususnya antara usia 20 sampai usia selambatnya 40 atau sampai menemukan Misi Hidup.

  1. Sebutkan Solusinya, tiada Misi yang akan bekerja tanpa Solusi, makin unik makin baik.

Misalnya, “mengembalikan kesejatian fitrah keluarga Indonesia melalui pendidikan anak dan pendidikan ayahbunda berbasis fitrah dengan solusi (dengan cara) menyediakan panduan buku FBE, melakukan Family Life Coaching berbasis Fitrah, menyelenggarakan Perkuliahan atau Seminar atau Workshop, menyediakan sistem untuk eLearning dll”

Solusi bisa bertambah dan berkembang, namun semakin tajam dan melengkapi

  1. Lakukanlah Inovasi agar Solusi bagi Misi Hidup semakin tajam dan inovatif
  2. Libatkanlah Keluarga agar menjadi perjuangan bersama dan kelak bisa dilanjukan oleh anak keturunan.
  3. Bangunlah Komunitas, Temukan orang orang yang punya keyakinan dan Misi bersama dll

dstnya

Selengkapnya ada di Buku FBL (Fitrah based Life seri 1: Finding The Mission of Life based on Fitrah for Personal dan Family)

#fitrahbasededucation

Sumber:

About dimaspramudia

Read All Posts By dimaspramudia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.