Urban, Generasi yang Tercerabut dari Fitrahnya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Urban, Generasi yang Tercerabut dari Fitrahnya

Sepanjang sistem pendidikan masih berorientasi urbanisasi dan pemerintah pusat masih pakai kacamata penjajah yg melihat desa tidak punya potensi apapun sehingga harus disantuni maka selamanya urbanisasi akan terus membesar, dan desa terus tertinggal.

Angka peningkatan arus urbanisasi di Indonesia, sebesar 4.4% per tahun, itu terbesar di Asia, di atas India, China bahkan Thailand. Parahnya, sistem persekolahan yang berorientasi urbanisasi itu sama sekali tak menyiapkan anak desa untuk siap menjadi urban, apalagi membangun desanya.

Di Indonesia, setiap 1% urban, hanya menambah pendapatan per kapita kota tujuan sebesar 4%. Padahal di India mencapai 13%, di China 11%. Sementara tiap tahun kota mengeluarkan anggaran besar untuk infrastruktur termasuk 1 juta tempat tinggal baru.

Worldbank meramalkan dalam 10 tahun ke depan 70% penduduk Indonesia ada di kota besar, bukan berarti desa desa menjadi kota, tetapi semua penduduk meninggalkan desa ke kota besar yang itu-itu saja sejak Indonesia merdeka. Tiada desa yang menjadi kota sejak Indonesia merdeka. Padahal sistem pertahanan terbaik adalah sejahteranya desa desa.

Masalah urbanisasi bukan hanya meninggalkan masalah ekonomi, namun juga sosial dan korbannya adalah anak anak. Kota seperti Jakarta dan kota pinggiran sekitarnya akan semakin tak ramah dan tak layak anak. Akan makin banyak orangtua atau keluarga muda yang tinggal di pinggiran kota, makin banyak suami istri yang harus bekerja dua duanya karena harus mencicil rumah dan memenuhi biaya hidup yang semakin mahal.

Walhasil anak anak para urban ini semakin less parented atau semakin banyak dan sering diserahkan atau dititipkan pada lembaga persekolahan, karena ketiadaan waktu untuk mendidik. Waktu Sabtu dan Ahad adalah waktu mengentaskan stress para pekerja urban dengan makan dan shopping serta entertain lainnya, bukan waktu bermakna bersama anak.

Ini seperti siklus kezhaliman, kelak anak anak para urban inipun menjadi para pekerja urban lagi, yang tak akan sempat mendidik anak anaknya karena mereka dicetak oleh sistem persekolahan yang berorientasi urban.

Mari kita putus siklus kezhaliman perbudakan modern ini dengan memperkuat keluarga dan komunitas

Salam Pendidikan Peradaban

#pendidikanberbasisfitrah
#fitrahbasededucation

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.