Sejatinya para santri dilatih agar memiliki kemandirian sosial sekaligus ketangguhan sosial sehingga mampu atau kompeten untuk memimpin perubahan.

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Ponpes itu sejatinya tempat melahirkan Leader (arRijaal) yang mampu melakukan perubahan besar bagi peradaban yang lebih baik. Karenanya ponpes harus memiliki misi besar peradaban dan narasi narasi peradaban yang hebat yang menjadi believe para Guru dan Santrinya.

Ponpes di masa lalu juga selalu begitu, ia adalah tempat mencetak Ulama yang mampu berinteraksi dengan Ummat dan membuat solusi bagi ummat. Karenanya ponpes di masa lalu adalah kawah candradimuka untuk melahirkan generasi Robbani yang tangguh dan solutif di masyarakat.

Untuk itu kurikulum pendidikan ponpes sejatinya adalah kurikulum yang menginteraksikan semua aspek fitrah manusia dengan keunggulan alam dimana ponpes itu berada, juga menginteraksikan fitrah itu dengan realitas sosial masyarakat sekitar termasuk dalam konteks sejarah dan konteks zaman, agar para santri punya wawasan kepemimpinan dan semangat menjadi agen perubahan peradaban.

Maka untuk itulah para santri dilatih agar memiliki kemandirian sosial sekaligus ketangguhan sosial sehingga mampu atau kompeten untuk memimpin perubahan.

Karenanya ponpes bukanlah kuil yang melahirkan rahib rahib yang belajar kitab, adab dan silat semata, bukan juga tempat penitipan mewah dan sterilisasi anak mami, bukan juga tempat untuk melatih kemandirian personal apalagi tempat Instalasi Gawat Darurat nahi munkar

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Leave a Reply