Renungan Pendidikan #3 – Jangan gegabah menjejali mutiara ini dengan beragam zat imitasi dengan maksud agar semakin indah

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya tidak ada seorangpun anak yang berdoa dan berharap lahir ke dunia dalam keadaan nakal dan jahat.

Jika sempat lihatlah wajah-wajah bengis mengerikan anak dan remaja yang tawuran, atau perhatikan wajah sayu dan tatapan kosong anak-anak depresi dan korban narkoba, atau jenguk jiwa-jiwa remaja galau melalui mata bingung dan frustasi mereka dibalik tawa dan canda yang tak bermakna.

Maka jujurlah apakah mereka mau ditakdirkan demikian? Maka jujurlah apakah Allah SWT menghendaki keburukan bagi hamba-hambaNya? Maka jujurlah, apakah itu dosa mereka sehingga mereka demikian?

Sesungguhnya mereka adalah korban kelalaian kita para orangtua, mereka korban obsesi dan kesembronoan yang merusak fitrah baik mereka. Ingatlah bahwa mereka dahulu adalah bayi-bayi mungil yang lucu, yang senyum, tawa dan tangisnya meluluhkan hati siapapun. Lalu bagaimana bisa di kemudian hari bayi-bayi ini menjadi beringas, nakal dan jahat?

Sesungguhnya setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah. Sesungguhnya juga bahwa Allah SWT tidak akan merubah semua fitrah baik yang ada dalam diri mereka sampai lingkungan, sistem pendidikan, orangtua dll berbuat gegabah “sok tahu” merubahnya sehingga terluka, tersimpangkan, atau terpendam selama-lamanya.

Anak-anak kita bukanlah kertas putih yang bisa kita jejali dengan tulisan sebanyaknya dan semaunya, bukan! Anak-anak kita adalah mutiara terpendam yang mesti disucikan dan disadarkan akan keindahan keunikan mutiara yang mereka ditakdirkan Allah SWT untuk memilikinya. Mutiara yang tidak perlu diasah, hanya perlu diletakkan pada tempat yang sesuai dan terang agar cahayanya berkilau sempurna. Berbaik sangkalah kepada Allah SWT.

Jangan gegabah menjejali mutiara ini dengan beragam zat imitasi dengan maksud agar semakin indah. Tidak perlu. Mutiara ini hanya perlu ditemani, disentuh dengan cinta yang tulus, dan diletakkan pada tempat dan sudut yang tepat sehingga cahayanya berpendar pendar indah menebar manfaat rahmat menyelimuti dunia. Cahayanya menjadi penyejuk mata kita, sebagaimana doa-doa kita tentang keturunan yang baik.

Maka, yakinlah bahwa mutiara akan bertambah indah bila berkumpul dengan mutiara. Mutiara akan tenggelam dalam lumpur hitam yang pekat. Yakinlah ruh-ruh yang baik akan merapat bershaf-shat menuju kemuliaannya. Maka perbaikilah fitrah kita wahai orangtua, sucikanlah fitrah kita sebelum kita mensucikan fitrah anak-anak kita melalui pendidikan.

Sesungguhnya apa yang keluar dari fitrah yang baik akan diterima oleh fitrah yang baik. Apa yang keluar dari hati yang bersih dan damai maka akan tiba di hamparan hijau hati yg bersih dan damai. Apa yang hanya dari mulut semata, maka akan berhenti di telinga saja.

Mari kita renungkan, siapakah di muka bumi makhluk yang paling ridha mensucikan diri demi anak kita? Saya yakin anda bisa jujur menjawabnya…

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Sumber : https://www.facebook.com/notes/millenial-learning-center/kumpulan-renungan-pendidikan-1-27/783415225073408

Leave a Reply