Para istri bantulah ia untuk menemukan jatidirinya atau misi personalnya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Ridho 1000%

Ada sebuah cerita entah darimana sumbernya, tentang seorang wanita yang curhat pada seorang bijak tentang perilaku suaminya. Suaminya itu pemalas, tidak mau bekerja, apalagi membantu mendidik anak dsbnya. Orang bijak itu menasehati agar suaminya berubah maka wanita ini harus mendapat ridho dari suaminya.

Caranya? Selama 7 hari, setiap menjelang tidur tanyakan pada suaminya apakah ia ridho pada istrinya? Jika jawabannya masih 75% atau kurang dari 100%, maka jangan tidur lakukanlah di malam itu apapun agar suaminya ridha 100=, misalnya dipijitin, dibikinkan makan kesukaan dll. Lakukan hal yang sama di malam berikutnya sampai jawaban suami mencapai 100%.

Cerita di atas mungkin terdengar agak atau sangat merendahkan istri atau juga terkesan tentang betapa hebatnya keridhoan suami. Bayangkan untuk membuat perilaku suaminya berubah maka mengupayakan keridhoan suami dengan melakukan apapun selama 7 hari. Mungkin ada benarnya bahwa ketika seseorang menjadi ridho maka jiwanya menjadi membaik lalu berdampak pada akhlaknya.

Jangan salah paham, metode 7 hari dengan sibuk melayani sampai diridhai 100% tanpa ada upaya mengakar hanya akan menyimpangkan suaminya semakin jauh. Melayani suami memang amal shalih, tetapi tanpa membantunya menemukan jatidirinya justru bisa jadi bumerang.

Jadi untuk memperbaiki kejiwaan suami sehingga akhlaknya membaik barangkali harus direnungi ulang, apakah dengan melakukan apapun yang suami mau yang sifatnya melayani? Bukankah itu akan membuatnya semakin pemalas dan merasa “di atas angin”?

Sesungguhnya, para suami pemalas, garing, tak mau terlibat mendidik anak adalah para suami yang tak selesai dan tak bahagia dengan dirinya, jiwanya resah dan gelisah maka pertama, bantulah ia dengan banyak mendoakannya bukan memusuhinya. Allahlah yang merubah hati seseorang sehingga jiwanya menjadi baik dan condong pada taqwa.

Yang kedua, bantulah ia untuk menemukan jatidirinya atau misi personalnya. Kemungkinan besar para suami yang tak mau terlibat mendidik anak atau garing pada istrinya adalah suami yang “salah karir”.

Para lelaki yang salah karir itu akan menghabiskan waktu waktunya untuk mengentaskan stress nya sendiri, misalnya kongkow dengan teman temannya, main games kesukaannya seharian, atau tidur seharian, bahkan rekreasi bersama anak dan istrinya sebenarnya hanya untuk mengentaskan stress dirinya bukan tulus membersamai keluarga.

Berikanlah para lelaki galau itu pembimbing karir atau bisnis yang dapat menggali siapa dirinya dan menemukan peran sejatinya. Jangan lupa bahwa pembimbing karir ini sebaiknya juga merangkap pembimbing spiritual.

Ketika para suami galau ini dapat dibantu menemukan jatidirinya atau misi personalnya kemudian bahkan bisa menjadi misi atau peran keluarga, lalu didukung 100% oleh para istri, maka keridhoan dan cintanya akan 1000% pada istrinya. Percayalah jika keridhoannya 1000% maka pasti akhlaknya akan membaik dan meningkat signifikan.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Leave a Reply