orang sunda tapi tak fasih berbahasa sunda

itulah pengalaman pribadi saya yang begitu memalukan, :oops: :D bagaimana tidak saya yang dari SD sampai kuliah semuanya saya tempuh dilingkungan orang-orang yang berbahasa sunda. :lol:

peristiwa itu terjadi ketika saya dan beberapa orang teman mengikuti test beasiswa yang diadakan oleh DPU Daarut Tauhid cabang Tasikmalaya, singkat cerita saya lolos test pertama dan mendapat panggilan untuk test tahap kedua yaitu interview.

dari pertama masuk ke ruangan interview sudah mulai nervous, tapi semua pertanyaan masih bisa dijawab dengan lancar, sampai tiba pada tahap terakhir interview.

“orang-orang yang terpilih nanti kan bakal berhubungan langsung dengan kelompok ibu-ibu yang berada jauh di pedalaman sana, dan tidak menutup kemungkinan mereka tidak mengerti sama sekali dengan bahasa indonesia, oleh karena itu kamu harus bisa berbahasa sunda dengan baik dan benar, untuk bahan penilaian kami coba anda sampaikan sebuah tausiyah dengan menggunakan bahasa sunda” :?:

deg… kalimat tersebut seolah-olah berhasil menghipnotis saya, untuk beberapa saat saya hanya terdiam tanpa kata, saya membayangkan semua kata-kata yang selama ini saya gunakan terbang entah kemana, sampai akhirnya seorang ikhwan membuyarkan lamunan saya “mba’ maaf kami menunggu tausiyah dari mba’.”

kemudian kegerogian saya pun bertambah setelah menyadari ikhwan yang berbicara tersebut adalah ikhwan yang selama ini kami kagumi. hehe  (*kami : karena bukan cuma saya yang mengagumi beliau,, hihihi).

dan alhasil tausiyah saya hanya berjalan sampai tahap muqoddimah saja, karena setelah itu saya tidak bisa lagi mengucapkan sepatah kata pun dalam bahasa sunda, saya menyerah dan keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan menyesal dan juga malu yang berkelanjutan, karena setelah interview tersebut saya masih bertemu dengan akhwat-akhwat yang menjadi panitia acara tersebut,,  :D

 

 

 

Leave a Reply