Mendidik Anak Generasi Z

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Mendidik Anak Generasi Z

Setiap zaman Allah ciptakan generasi unik sesuai zamannya agar mampu hidup di zamannya. Anak2 para orangtua milennials (kelahiran tahun 1975-1995) adalah anak anak zaman now yang dikenal dengan GenZ kelahiran 95 -2010 dan GenAlpha kelahiran 2010 ke atas.

GenZ paling tua hari ini, jika lahir tahun 1995, maka sudah berusia 23 tahun dan paling muda usia 8 tahun kelahiran 2010. Sementara GenAlpha bisa dianggap masih usia dini di bawah 7-8 tahun karena mereka kelahiran di atas tahun 2010. Orang orang menyebut dua generasi ini dengan generasi zaman now.

Sayangnya, banyak orang memplesetkan anak zaman now, mohon maaf, dengan kata “now-udzubillah”, menggambarkan betapa seolah mengerikannya generasi ini. Bahkan ada yang bilang jika dahulu bung Karno berkata, “Berikan aku 10 pemuda, maka akan kurubah dunia”, kini orangtua berkata, “Berikan aku satu remaja jaman now, maka sakit kepala aku dibuatnya”.

Lalu bagaimana mensikapi generasi Z ini?

Ketahuilah bahwa tiada anak atau generasi yang dilahirkan tanpa maksud apalagi sia sia. Setiap manusia dilahirkan membawa fitrahnya, dimana sebagian besar ulama seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Qoyyiem, Ibnu Taimiyah, dll menyepakati bahwa fitrah itu hanya kebaikan (positif) adanya atau dikatakan “innately pre disposed to know God and to be good”.

Secara lebih spesifik seorang ulama kontemporer menyebut bahwa fitrah adalah kondisi, konstitusi, karakter yang dipersiapkan untuk menerima atau mengemban Kitabullah.

Jadi sejatinya fitrah seseorang manusia diciptakan sebagiannya adalah diturunkan genetis dari orangtuanya agar mampu melanjutkan peran orangtuanya di dunia, sebagiannyalagi diciptakan agar mampu hidup di daerah atau di tempat dimana ia ditakdirkan lahir misalnya bumi Indonesia, sebagiannya lagi diciptakan agar mampu hidup pada suatu zaman di saat ia dihadirkan ada misalnya abad 21, dan sebagiannya lagi diciptakan agar mampu mengemban Kitabullah yang memandu keseluruhan fitrahnya itu.

Jadi keunkan generasi ini dan segala attributenya tentu sudah kehendak Allah, tinggal bagaimana kita mendidiknya agar mampu tangguh ditempa zamannya dan buminya sehingga mampu berkontribusi menebar manfaat pada peradaban bangsanya dan pada zamannya, bukan sekedar survive atau bertahan hidup diterpa krisis zaman.

Maka

  1. Pahami dengan mendalam dan sungguh sungguh karakteristik GenZ, dan pahami pula gaya para orangtua Millennilas yang harus mendidik Gen Z.

  2. Didiklah anak sesuai dengan zamannya. Ingat bahwa semua hal akan berubah, maka didiklah generasi masa depan untuk menghadapi zaman yang bukan zamanmu. Satu satunya hal yang tak akan berubah sampai kapanpun adalah Aqidah. Jangan biarkan anak kita hidup beragama namun tanpa aqidah.

  • Biarkan ananda mengembangkan sayapnya. Berikan mereka izin untuk mengambil resiko.
  • Izinkan mereka untuk belajar dalam lingkungan yang relevan dengan bakat dan minatnya. Namun aturlah penggunaan teknologi.
  • Beri kesempatan mereka untuk membuat keputusan yang produktif bahkan apabila keputusan juga salah dan dorong mereka untuk memperbaikinya
  • Ajarkan mereka nilai dari komunikasi manusia.
  • Dorong keberanian mereka untuk berinteraksi dengan aktifitas dunia nyata
  • Fokus pada aktifitas keluarga jangka pendek namun sering
  • Integrasikan “screen time” secara produktif dan membangun kebersamaan pada acara bersama untuk menyalurkan kekhasan generasi mereka

Rancang kegiatan bermakna atau proyek produktif seru bersama anak sesuai fitrah dirinya, fitrah alamnya, fitrah kehidupan dan zamannya serta pandulah dengan Kitabullah.

  1. Bangunlah misi keluarga yang kokoh agar tak digilas zaman. Bangunlah komunitas keluarga keluarga yang punya misi yang searah sehingga bisa bahu membahu saling mendidik dan menegakkan peradaban terbaik masa depan.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.