Keindahan rasa syukur

20150314114430-tak-pernah-pacaran-dinda-nekat-taaruf-dan-langsung-menikah

Sabtu, 21 November 2015 , merupakan hari yang penting dalam perjalanan hidup saya, terima kasih ummi yang kini telah menjadi istri tercintaku dan juga sudah menuangkan curahan kisah pertemuan kita dipostingan sebelumnya, Sukron Wa Jazaakumulloh biahsanil jaza.. semoga Allah SWT membimbing/mengarahkan keluarga kita menjadi keluarga yang Sakinah, Mawadah, Warahmah, dianugerahi batin yang mutmainah dan keberkahan dalam keluarga, Amin,, ya Rabb alamin,,.

IMG_20151123_174918

Terima kasih kepada Ibu, Ayah, Nenek, Adik, saudara2, sahabat dan teman2 yang mendoakan. Dan tentunya tidak lupa terima kasih sebesar besarnya kepada guru guru yang menghadiri dan yang telah memberi restu, menjadi saksi dan juga sebagai pendukung acara, terutama kepada keluarga besar Abi Makki yang juga telah memfasilitasi dikediaman almarhamum Ayahandanya KH. Iing Syihabuddin Muslih dan Hj. Imas Syarifah dilingkungan Pesantren Cintawana, Singaparna (Tasikmalaya), semoga Beliau berserta keluarga besar diberi limpahan Rahmat dan Karunia oleh Allah SWT dan kita semua kelak ditempatkan ditempat yang terbaik yakni surga Firdaus. Amin,, ya Rabbal alamin,,

Moment yang penuh hikmat, yang insyaAllah dihadiri insan2 yang soleh soleha dan alhamdulillah dengan satu kali mengucap ijab qobul yang disebelumnya sangat indah disampaikan khutbah nikah oleh KH. Zam zam imaduddin, Lc. yang saya kutip dari inti yang disampaikannya tentang peristiwa nikah ialah:

“Tiga kali kata mitsaqon gholidzo (perjanjian yang besar, perjanjian yang berat atau perjanjian yang agung) disebut Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim, yakni pertama, ketika Allah SWT membuat perjanjian dengan para Nabi yakni dengan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW.

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh [1203].

[1203] “Perjanjian yang teguh” ialah kesanggupan menyampaikan agama kepada umatnya masing-masing.
(QS. 33 : Al-Ahzab: 7).

Kedua, ketika Allah SWT mengangkat Gunung atau Bukit Thur ke atas kepalka bani Israil dan memerintahkan mereka agar bersumpah setia di hadapan Allah (QS. 4 : An-Nisa : 154).

154. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud [375]”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu [376]”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

[375] Yang dimaksud dengan “pintu gerbang itu” lihat pada ayat 58 S. Al Baqarah dan “bersujud” pada not 54. [376] Hari Sabtu ialah hari Sabbat yang khusus untuk ibadah orang Yahudi.

Dan ketiga, ketika Allah SWT menyatakan hubungan pernikahan semacam ini. Jadi dengan bukti-bukti itu, kita bisa mengatakan bahwa perjanjian pernikahan sama tingginya atau sama derajatnya dengan perjanjian Allah dengan para Nabi dan sama dahsyatnya dengan perjanjian bangsa Israil yang menyatakan akan bersumpah setia pada Allah SWT dengan Gunung Thursina bergantung di atas kepala mereka.”

MasyaAllah, dengan indah juga Beliau dalam melantunkan ayat Al-Qur’an, sungguh berkesan serta melekat pada diri kami, terima kasih semuanya, semoga Allah SWT meridhoi perjalanan hidup kami, keluarga dan insan2 muslim semua. Amin,, ya Rabbal alamin,,

2 thoughts on “Keindahan rasa syukur

  1. Pingback: Cerita mudik tahun ini (2016) Bekasi – Pati (Jawa Tengah) | Blog Dimas

  2. Pingback: MasyaAllah, melihat kembali foto saat lamaran kepada istri tercinta tahun lalu | Blog Dimas

Leave a Reply