Fitrah Peran Ayah dan Fitrah Peran Ibu

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Banyak yang menyangka bahwa berperan menjadi ayah yang baik atau berperan menjadi ibu yang baik itu adalah perihal moralitas atau akhlak atau ilmu parenting semata yang dengan itu para orangtua bisa dihebatkan dan dimampukan lewat nasehat pernikahan atau seminar atau sekolah orangtua atau kelas parenting. Bukan demikian, ini tentang merawat, menumbuhkan dan mengokohkan konsepsi, potensi dan eksistensi fitrah seksualitas dalam tahapan tahapan yang benar sehingga menjadi peran keayahan dan peran keibuan sejati yang menebar rahmat di dalam keluarga.

Banyak yang menyangka bahwa menjadi pengusaha atau professional hebat itu adalah perihal semangat atau keberanian atau ilmu pengetahuan semata yang dengan itu para pemuda bisa dihebatkan dan dimampukam lewat pelatihan kewirausahaan, kunjungan ke perusahaan, training motivasi atau sertifikasi dstnya. Bukan demikian, ini tentang merawat, menumbuhkan dan mengokohkan konsepsi, potensi dan eksistensi fitrah bakat dalam tahapan tahapan yang benar sehingga menjadi peran professional atau enterprenuer dalam bidang kehidupan yang menebar manfaat di masyarakat.

Banyak yang menyangka bahwa menjadi mukmin yang istiqomah itu adalah perihal akhlak dan kepatuhan atau ilmu agama semata yang dengan itu seorang manusia dapat dihebatkan dan dimampukan lewat pembiasaan beribadah, pembiasaan akhlak, nasehat terus menerus dan pengisian ilmu agama sebanyak banyaknya sejak dini. Bukan demikian, karena kenyataannya banyak yang beragama namun tak beraqidah. Ini adalah tentang merawat, menumbuhkan dan mengokohkan konsepsi dan potensi serta eksistensi fitrah keimanan dalam tahapan tahapan yang benar sehingga menjadi peran mukmin sejati dengan aqidah yang lurus yang menebar rahmat pada semesta.

Ketahuilah bahwa berperan menjadi ayah yang sejati atau ibu yang sejati, juga berperan menjadi professional hebat atau pengusaha hebat, bahkan juga berperan menjadi mukmin yang sejati itu, sesungguhnya adalah selalu diawali dengan menumbuhkan fitrah yang telah ditanamkan sejak di alam rahiem sehingga menjadi potensi dan eksistensi dengan kompetensi relevan sehingga mampu memikul tanggungjawab dan peran. Tanpa potensi fitrah yang ditumbuhkan, maka upaya apapun menjadi tak maksimal.

Prosesnya adalah dimulai dengan perawatan, penguatan konsepsi fitrah lalu kemudian membutuhkan penyadaran melalui aktifitas dan interaksi dengan alam (pengalaman) sehingga menjadi potensi atau aktifitas produktif (amal shalih). Lalu kemudiah potensi itu membutuhkan ujian dalam kehidupan nyata sehingga menjadi eksistensi dan kompetensi (ihsanul amal) dalam peran terkait fitrah itu sehingga mampu mengambil tanggungjawab pada peran tersebut.

Peran peran itulah sesungguhnya hasil akhir dari pendidikan fitrah, sementara akhlak atau adab adalah buah atau impact dari fitrah yang tumbuh hebat sehingga memberi manfaat sebesar besarnya bagi ummat dan semesta.

Peran adalah tugas. Tugas adalah alasan kehadiran kita di dunia. Sesungguhnya setiap Kelahiran itu membawa tugas atau peran. Sesungguhnya, setiap Kematian itu bebas tugas. Sesungguhnya Akhirat itu menuai pahala tugas. Pertanyaannya, kalau begitu apa tugas atau peran kita di dunia? Jawabannya ada pada Fitrah Fitrah kita yang dipelihara dan ditumbuhkan.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Reff:

Leave a Reply