Category Archives: Mutiara Pagi

Nabi Ibrahim AS berdoa

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Nabi Ibrahiem AS berdoa

“Wahai Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Utusan dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayatMu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” — Al-Baqarah 2:126-129

Allah SWT mengkoreksi doa Ibrahiem AS,

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata” — AlJumuah 62:2

Perhatikan urutan doa Nabi Ibrahiem AS tentang misi keluarganya: Membacakan ayat ayatNya, Mengajarkan, Mensucikan.
Perhatikan bagaimana Allah SWT mengkoreksi doa Nabi Ibrahim AS: Membacakan ayat ayatNya, Mensucikan, Mengajarkan

Allah SWT ingin mengajarkan kepada

Selanjutnya

Pacuan Manfaat Menuju Akhir Hayat

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Wahai yang tiba di Usia 40. Usia ini adalah usia penentuan, ingin berpacu dalam kebaikan penuh manfaat secara eksponensial sampai ajal tiba atau sebaliknya, sibuk berpacu pada mengambil sebanyak banyak yang bisa diambil dari dunia sebagai ambisi prestise kebanggaan semu sampai mati.

Hidup hanya sekali bukan? Maka fokuslah pada memberi manfaat yang besar, karena manfaat itulah ukuran kemuliaan dan ukuran kehinaan. Ada yang merasa dimuliakan Allah karena diberi kemuliaan dan kenikmatan hidup, dan ada yang merasa dihinakan ketika rezqinya disempitkan. Oh no, sama sekali bukan begitu, ukuran kemuliaan dan kehinaan adalah seberapa besar memberikan manfaat bagi dunia. (QS Alfajr 15-18)

Dengan banyak menebar rahmat dan manfaat di dunia itulah kita berharap Allah ridha dan jiwa kita juga ridha, lalu Allah nyatakan kita dimasukkan ke dalam golongan HambaNya karena dianggap telah berhasil mencapai maksud penciptaan selama di dunia untuk beribadah.… Selanjutnya

Bedanya antara pengajaran dan pendidikan, antara ta’lim dan tarbiyah

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Berapa banyak pengetahuan yang akan kau ajar & latih kpd anakmu? Sains itu berkembang dan berubah 300% pertahun. Planet Pluto yg dulu kita hafal ada di tatasurya, kini sudah berpindah ke tatabintang yg lain.

Ketahuilah, tugasmu bukan too much teaching (outside in), tetapi tugas sejatimu adalah tumbuhkan dan bangkitkan gairah belajar anakmu (inside out). Tugasmu cuma menginspirasikan hebat dan memberi gagasan yang menantang agar ananda jatuh cinta untuk terus belajar dan bernalar.

Sungguh anak yg banyak diajarkan akan terus meminta diajarkan sepanjang hidupnya. Ia bagai keledai yang memikul kitab tanpa pernah tahu jalan dan perannya serta tujuannya di dunia. Learning is not for learning, but learning is for being.

Tetapi ketahuilah anak yg bergairah hebat dalam belajar akan terus belajar dan berinovasi menemukan hikmah dengan bahagia dan sungguh sungguh sepanjang hidupnya.

Ia akan beradab pada ilmu, ulama, cendekiawan dan realitas kehidupan,… Selanjutnya

Amaliyah Ramadhan, antara Checklist dan Bangkitkan Ghirah Keimanan Anak

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Amaliyah Ramadhan, antara Checklist dan Bangkitkan Ghirah Keimanan Anak

Kita seringkali mengaku beriman pada yang tak nampak (ghaib), namun dalam prakteknya sering lebih fokus pada yang nampak. Ghirah keimanan adalah hal tak nampak namun justru memberi dampak hebat. Sementara, capaian2 angka dan isian checklist bisa jadi terlihat dan nampak hebat, namun seringkali tak memberi dampak apapun, kecuali prestise kosong atau bisa jadi melatih anak utk tdk ikhlash.

Di sisi lain, kita sering memperlakukan anak kita ibarat mesin atau gudang memory layaknya harddisk. Kita menganggap anak anak yang menjalani rutinitas dan pembiasaan terus menerus maka akan hebat, begitupula anak yg kepalanya diisi sebanyak banyaknya akan melejit. Sedikit banyak ideologi materialisme telah banyak masuk dalam kepala kita, tanpa sadar.

Sesungguhnya manusia itu makhluk berjiwa, karenanya pendidikan itu mirip berdakwah, yang disentuh justru hatinya atau jiwanya

Selanjutnya

Berhentilah menjadi operator peradaban usang yang melihat manusia dari sisi kegelapannya atau kelemahannya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Pasca WWII, dunia dilanda mental illness, semua hal dibangun dengan cara pandang “weakness based” termasuk psikologi dan pendidikan. Dalam bahasa gaulnya, orang modern itu “senang lihat orang lain susah dan susah lihat orang lain senang”. Ini barangkali ciri khas mereka yang lahir seputar paska kemerdekaan dan setelahnya. Bukan hanya di indonesia, tetapi juga di LN.

Riset sederhana tahun 70an membuktikan para orangtua di Amerika dan Eropa umumnya lebih suka mempermasalahkan nilai akademis yang rendah dari anaknya daripada potensi kekuatan anak anaknya yang lain baik akademis ataupun non akademis.

Namun jika hari ini sistem pendidikan masih fokus melihat siswa dari apa yang menjadi kelemahannya dengan mematok standar nilai, lalu fokus memperbaiki, menambal, merecovery “gap kelemahannya” agar sesuai standar yang ditetapkan, maka itu mengkhianati keunikan manusia dan itu jelas kebodohan yang

Selanjutnya