Category Archives: FBE

Cahaya di atas Cahaya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Cahaya di atas Cahaya
#selftalk #reflection

Fitrah adalah Cahaya kebaikan semata
Fitrah adalah Cahaya kebaikan bawaan semata -Innate Goodness bukan dosa bawaan – innate Sins

Tiap manusia dikaruniai Cahaya Fitrah – Innately predisposed to know God n to be Good

Tetaplah pada Cahaya Fitrah itu, yang Allah telah menciptakan manusia di atas cahaya fitrah itu
Cahaya Allah di atas Cahaya Fitrah dan Cahaya Aqal

Itulah Agama yang Qoyyiem, agama yang kokoh
Cahaya Islam datang kokohkan Cahaya Fitrah itu hingga berpendar pendar indah sempurna menebar rahmat pada semesta

Kitabullah itu Cahaya, Kenabian itu Cahaya, Islam itu Cahaya, Iman itu Cahaya
Maka Hadapkanlan wajahmu pada Cahaya Islam dengan hanif

Cahaya Fitrah adalah Bekal dan Kesiapan untuk menerima Cahaya Kitabullah
Bukalah Tabir Cahaya Fitrahmu maka terbukalah tabir, selembar cahaya demi selembar cahaya
Menuju kepada Cahaya Sejati – Allah SWT

Hidup adalah perjalanan membuka… Selanjutnya

Urban, Generasi yang Tercerabut dari Fitrahnya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Urban, Generasi yang Tercerabut dari Fitrahnya

Sepanjang sistem pendidikan masih berorientasi urbanisasi dan pemerintah pusat masih pakai kacamata penjajah yg melihat desa tidak punya potensi apapun sehingga harus disantuni maka selamanya urbanisasi akan terus membesar, dan desa terus tertinggal.

Angka peningkatan arus urbanisasi di Indonesia, sebesar 4.4% per tahun, itu terbesar di Asia, di atas India, China bahkan Thailand. Parahnya, sistem persekolahan yang berorientasi urbanisasi itu sama sekali tak menyiapkan anak desa untuk siap menjadi urban, apalagi membangun desanya.

Di Indonesia, setiap 1% urban, hanya menambah pendapatan per kapita kota tujuan sebesar 4%. Padahal di India mencapai 13%, di China 11%. Sementara tiap tahun kota mengeluarkan anggaran besar untuk infrastruktur termasuk 1 juta tempat tinggal baru.

Worldbank meramalkan dalam 10 tahun ke depan 70% penduduk Indonesia ada di kota besar, bukan berarti desa desa menjadi… Selanjutnya

Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (Bagian 2)

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (Bagian 2)

Kurikulum Pendidikan Generasi AqilBaligh

Berikut adalah prinsip dan asumsi asumsi untuk mendidik generasi AqilBaligh yang menjadi landasan penyusunan Kurikulum Pendidikan generasi AqilBaligh, menurut ustadz Adriano Rusfi .

Pendidikan AqilBaligh ini mulai intensif ketika anak berusia 10-12 tahun sampai usia 15-19 tahun, namun perlahan merawat fitrah ketika usia dini. Umumnya kita menggegas ketika usia dini sehingga banyak fitrah yang rusak, lalu sibuk memperbaikinya ketika menjelang aqilbaligh.

Prinsip Pendidikan Generasi AqilBaligh

  1. Anak adalah manusia aqil-baligh dan mukallaf.

Anak berhak mengambil keputusan sendiri atas dirinya
Anak bertanggung jawab atas perilaku sadar dan bebasnya
Anak berhak memiliki ruang pribadi (privacy)
Anak telah terkena hukum-hukum sosial dan syariah

2.Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna, mulia, dan berdaya

Anak… Selanjutnya

Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (Bagian 1)

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (Bagian 1)

Ada sebuah teguran bagi kita semua dalam mendidik generasi, “buat apa kita ajarkan anak Taklif Syar’i, namun tidak kita siapkan mereka untuk Mukalaf (kemampuan memikul beban syariah, dari menyeru kepada Tauhid, Ibadah, sampai kepada Nafkah, Jihad dan Menikah) ketika AqilBaligh tiba”.

Ya, umumnya kita sangat concern mengajarkan berbagai kewajiban agama kepada anak anak kita ketika usia 7 -12 tahun bahkan lebih dini, namun kita tidak menyiapkannya pada usia 12 – 15 tahun untuk menjadi pemuda sejati (arrijaal) yang mandiri, punya peran peradaban spesifik yang memberi manfaat bagi ummat dan memiliki kemampuan untuk mengemban syariah itu sendiri dalam makna yang lebih luas sejak berusia 15 tahun.

Kita lihat sepanjang sejarah peradaban Islam, sejak zaman Rasulullah SAW, dari generasi ke generasi selalu muncul para pemuda belasan tahun yang sudah memiliki peran… Selanjutnya

Hidup Hanya Sekali, Temukan Jalan, Awali dengan Kembali ke Fitrah

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Hidup Hanya Sekali, Temukan Jalan, Awali dengan Kembali ke Fitrah

Rutinitas, tekanan hidup, tekanan keluarga, himpitan masalah dstnya membuat kita sama sekali tak sempat berhenti sejenak utk merenung dan menemukan jalan hidup kita. Tiba2 waktu habis, expired, tamat.

Sesungguhnya semua yg kita alami, semua peristiwa apapun itu yg sedih maupun yg senang, adalah cara Allah utk menggiring kita kembali kepada fitrah. Fitrah adalah titik tumpu untuk memulai jalan hidup.

Masalahnya adalah jika terpuruk maka umumnya kita marah2 dan cenderung kufur alias tak shabar. Jika senang umumnya lupa diri dan tak tahu diri alias tak bersyukur dgn makna sesungguhnya. Syukur bukan cuma “say thank you” tetapi menyadari karunia ini sebagai cara Alllah agar menemukan jalan hidup utk menuju Allah.

Benih dari jalan hidup kita adalah fitrah. Sebelum bertemu atau kembali ke jalan hidup kita maka kembalilah ke fitrah, diantaranya dengan tazkiyatunnafs … Selanjutnya