Category Archives: FBE

Renungan Pendidikan #5 – Sebuah rumah tangga bukan hanya kumpulan fisik layaknya kandang ternak

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Apa yang disisakan dari sebuah rumah tangga atau keluarga tanpa ada aktifitas pendidikan di dalamnya?, Apakah rumah kita hanya sebuah ruang hampa tempat makan dan tidur serta (maaf) mandi dan buang hajat?

Sebagaimana AlQuran akan menerangi rumah kita dengan membaca dan mentadaburinya, maka sebuah rumah tangga atau keluarga dengan aktifitas pendidikan juga akan dipenuhi cahaya.

Sebuah rumah tanpa aktifitas pendidikan di dalamnya, bagai ruang kusam dan gelap krn di dalamnya tidak ada proses saling memberi cahaya yaitu proses mendidik dan dididik, tidak ada nasehat utk saling menyadarkan dan disadarkan, begitupula tidak ada keceriaan dan kepercayaan utk saling menumbuhkan dan ditumbuhkan.

Sebuah rumah tangga bukan hanya kumpulan fisik layaknya kandang ternak, namun dia sepenuhnya lebih kepada kumpulan ruh, hati dan fikiran.

Apa jadinya jika fikiran dan hati ayah sehari hari adalah fikiran tentang pekerjaan dan masalah kantor serta hobby… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #4 – Betapa bijaknya Rasulullah SAW yang tidak meninggalkan kurikulum untuk semua orang

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Bila anda memiliki beberapa anak, maka perhatikanlah baik baik, bahwa walau mereka pernah berada dalam rahim yang sama, ayah ibu yang sama, lahir di rumah sakit yang sama, bahkan lahir kembar identik sama dstnya, namun mereka sesungguhnya takkan pernah sama, mereka memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing yang berbeda. Bukan hanya ciri fisik namun juga sifat bawaannya masing masing.

Sampai kapanpun seorang kakak tidak akan pernah menjadi adiknya, dan seorang adik tidak pernah menjadi kakaknya. Anak kita tidak akan pernah menjadi versi kedua dari orang lain kecuali jika kita memaksanya demikian dengan membuatnya menderita karena mengingkari jatidirinya.

Ingatlah bahwa seseorang tidak akan menjadi maksimal jika dipaksa menjadi atau menjalani sesuatu yang bukan dirinya. Alangkah bodohnya meminta kuda menjadi ikan, menyuruh ikan menjadi burung, memaksa burung menjadi kuda. Apakah kita pernah memanjatkan doa doa agar anak kita menjadi… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #3 – Jangan gegabah menjejali mutiara ini dengan beragam zat imitasi dengan maksud agar semakin indah

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya tidak ada seorangpun anak yang berdoa dan berharap lahir ke dunia dalam keadaan nakal dan jahat.

Jika sempat lihatlah wajah-wajah bengis mengerikan anak dan remaja yang tawuran, atau perhatikan wajah sayu dan tatapan kosong anak-anak depresi dan korban narkoba, atau jenguk jiwa-jiwa remaja galau melalui mata bingung dan frustasi mereka dibalik tawa dan canda yang tak bermakna.

Maka jujurlah apakah mereka mau ditakdirkan demikian? Maka jujurlah apakah Allah SWT menghendaki keburukan bagi hamba-hambaNya? Maka jujurlah, apakah itu dosa mereka sehingga mereka demikian?

Sesungguhnya mereka adalah korban kelalaian kita para orangtua, mereka korban obsesi dan kesembronoan yang merusak fitrah baik mereka. Ingatlah bahwa mereka dahulu adalah bayi-bayi mungil yang lucu, yang senyum, tawa dan tangisnya meluluhkan hati siapapun. Lalu bagaimana bisa di kemudian hari bayi-bayi ini menjadi beringas, nakal dan jahat?

Sesungguhnya … Selanjutnya

Renungan Pendidikan #2 – Sesungguhnya masa mendidik anak kita tidaklah lama

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya masa mendidik anak kita tidaklah lama, itu hanya berlangsung sampai usia Aqil Baligh (usia 14-15 tahun). Sebuah masa yang singkat, masa yang cuma seperempat dari usia kita – orangtuanya – jika Allah berikan jatah 60 tahun.

Padahal anak-anak dan keturunan yang sholeh akan menjamin kebahagiaan akhirat kita dalam masa yang tiada berbatas. Lalu mengapa amanah terindah ini kita sia-siakan dengan mengirim mereka ke lembaga, ke asrama, ke sekolah dll sebelum masa aqil baligh mereka tiba.

Jika demikian, lalu apa yang ada dalam benak kita tentang amanah terindah dan kesempatan untuk kekal bahagia di akhirat nanti?
Jika demikian, lalu apa yang kita akan jawab di hadapan Allah SWT tentang pendidikan mereka?
Apakah lembaga, asrama dan sekolah akan dimintai tanggungjawab di akhirat kelak?

Jika demikian masihkah kita berharap syurga dari doa-doa anak-anak kita, padahal mereka dititipkan pada pihak ketiga yang tidak dimintai tanggungjawab… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #1 – Sesungguhnya hanya kedua orangtualah yang paling kenal potensi keunikan anak-anaknya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya hanya kedua orangtualah yang paling kenal potensi keunikan anak-anaknya. Dari sanalah karakter-karakter baik dikembangkan dan disempurnakan dengan akhlak mulia. Kedua orangtuanya lah makhluk yang paling mencintai dengan tulus anak-anaknya. Orangtua sejati adalah mereka yang menginginkan kebahagiaan anak-anaknya lebih dari apapun di muka bumi.

Dunia persekolahan adalah dunia yang tidak pernah mengandung anak-anak kita, tidak pernah melahirkan anak-anak kita bahkan tidak pernah diberi amanah oleh Allah SWTsesaatpun juga, karena itu persekolahan bukanlah dunia yang sungguh-sungguh mampu mengenal dan mencintai anak-anak kita dengan tulus dan ikhlas.

Bukankah anak kita adalah alasan terbesar dan terpenting mengapa kita ada di muka bumi ini? Merekalah sebagai amanah mendidik generasi peradaban bagi dunia yang lebih damai dan sebagai amanah yang akan membanggakan Ummat Muhammad di yaumilqiyamah kelak.

Membangun “home… Selanjutnya