Category Archives: FBE

Hyper Parenting

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Hyper Parenting

Kita butuh referensi dalam mendidik anak, itu benar, namun kalau belum apa apa sudah banyak bertanya pada manusia apalagi google maka kita akan bingung sendiri dan akan sakit kepala krn informasi bisa berbeda. Abah ini bilang gini, Ayah itu bilang begitu, Ustadz ono bilang begono dstnya.

Menurut riset, para orangtua millennial (millennials parents) kelahiran 70-90, menjadikan Google dan tetangga baru sebagai New Grandparents, tempat bertanya apapun.

Keluarga muda tanpa warisan yang cukup sudah pasti tinggal di daerah pinggiran, di perumahan baru dan tetangga baru serta masjidpun juga masih baru. Ayah tentu bekerja jauh ke tengah kota, berangkat gelap pulang gelap, kadang tak siap dicurhati istri. Ini jelas kondisi parentless.

Tinggalah sang ibu harus membesarkan anak anaknya nyaris sendirian, orangtua jauh di desa dan tak paham kondisi. Jadi informasi terdekat dalam mendidik didapat dari seminar parenting dan google. Ya… Selanjutnya

Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Tanggal 6 Oktober 2018 kemarin, Khabib berhasil menghentikan sesumbar Connor McGregor, menyumpal mulut besarnya di ronde ke 4 dengan kuncian di leher dalam gelaran Ultimate Fighting Champion ((UFC) ke 229. Kemenangan telak ini justru di jantung pendukung McGregor yang fanatis, di Las Vegas, Nevada.

McGregor ditakuti banyak petarung, dijuluki The Notorius, ada juga yang menyebutnya The Warrior, bahkan kembalinya ia ke gelanggang UFC disebut sebagai kembalinya The King. Pengamat MMA menyebutnya sebagai the best strikes in the world. Semua pengamat menjagokannya, Khabib dipandang tak sekelas, bahkan Dana White founder UFC menyebut Khabib sebagai “kurang persiapan”.

Untuk melawan Khabib, konon McGregor dibayar 32 Milyar lebih. Pertarungan yang disebut sebut sebagai pertarungan UFC terbesar dan termahal sepanjang sejarah ini dengan kursi termahal 26 juta rupiah dan termurah 2 jutaan, justru… Selanjutnya

Mendidik Fitrah Keimanan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Mendidik Fitrah Keimanan

#fitrahkeimanan

Fitrah adalah Islamic Concept of Human Nature (konsep Islam ttg Asal Mula Kejadian Manusia). Sejak lahir manusia telah membawa pokok kebaikan (innate goodness) yang sangat cukup untuk menjalani peran peradaban spesifiknya dalam rangka mencapai maksud penciptaan untuk Beribadah (Hamba Allah) dan untuk menjadi Khalifah Allah di muka bumi.

Diantara aspek fitrah adalah kecenderungan manusia untuk beriman atau bertuhan, yang disebut fitrah keimanan. Fitrah keimanan bahkan telah diinstal sejak di alam rahiem (QS 7:172) dalam bentuk persaksian Allah sebagai Robb (kholiqon-pencipta, roziqon-pemberi rezqi, malikan-pemilik/pemelihara dstnya).

Instalasi persaksian ini kemudian muncul dalam kenyataan bahwa tiap bayi lahir menangis. Para ulama mengatakan bahwa bayi menangis karena “seeking Allah” atau mencari Allah, dalam hal ini adalah Robb. Itulah mengapa menyusui diwajibkan … Selanjutnya

Keep Relax n Optimist

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Keep Relax n Optimist

Seorang ibu sedih betul, ia merasa gagal mendidik anak lelakinya usia 11 tahun, karena sering mencuri curi melihat foto atau film yang memperlihatkan lelaki dan perempuan berciuman. Hapenya sudah diproteksi, anaknya sdh ditegur dan dinasehati, tetapi nampaknya rasa penasaran seorang lelaki menjelang kedewasaannya tak terbendung. Anaknya masih saja mencuri curi menonton. Ibunya panik dan sedih, merasa gagal, sampai kapan hape bisa diproteksi, sampai kapan anaknya berkhianat di belakangnya dstnya.

Banyak ortu mengalami perasaan gagal jadi ortu melihat perubahan anak anaknya menuju kedewasaan. Anak yang dulu patuh, manut nurut, dekat dll kini sejak usia 11-12 tahun nampak menjauh, berperilaku mengejutkan, beberapa nampak berkhianat di belakang ortunya dll.

Semua yang diajarkan sejak kecil nampak menguap begitu saja. Anak anaknya kini tidak mau diatur, lebih suka berkumpul dengan temannya atau mengurung diri di … Selanjutnya

Ingin Menuai Tanpa Menanam

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Ingin Menuai Tanpa Menanam

Arief dan istrinya, keluarga muda dengan 3 orang anak usia 11, 7 dan 4 tahun, telah mendiami sebuah perumahan di pinggiran kota besar. Ia dan istrinya dulu adalah anak anak daerah yang merantau kuliah di Bandung, lalu Allah mempertemukan mereka dalam pernikahan.

Sebagaimana keluarga muda lainnya, tanpa warisan orangtua, memulai hidup mandiri setelah menikah, bekerja di kota besar, tentu saja hanya mampu tinggal di daerah pinggiran. Arief harus berangkat pagi gelap sebelum anak bangun tidur dan kembali malam hari setelah anak sudah tidur.

Anak anak keluarga muda seperti anak anak keluarga Arief di atas tentu saja mengalami Parentless. Harapannya tentu saja pada komunitas atau Masjid untuk mendidik bersama. Jika tidak ada komunitas dan masjid, maka pilihannya sudah tentu sekolah formal. Namun banyak orangtua kelahiran 80-90an yang berfikiran maju nampaknya tak lagi percaya dengan sekolah, tetapi sayangnya mendidik… Selanjutnya