Category Archives: FBE

Sekolah Menengah: Tazkiyah sebelum Ta’lim dan Ta’dib

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sekolah Menengah: Tazkiyah sebelum Ta’lim dan Ta’dib

Banyak pendiri dan praktisi sekolah menengah (smp dan sma) merasa dan melihat sebagian besar siswa yang masuk di sekolahnya “bermasalah”. Ini terjadi baik di sekolah berasrama maupun biasa.

Siswa siswi ini sebenarnya bukan bermasalah, mereka hanya tiba di sekolah ketika ada banyak fitrah yang tak selesai bersama orangtuanya. Tentu dampaknya mudah ditebak, sekolah jadi tempat cuci piring atau bengkel atau penitipan mirip Laundry atau tempat sterilisasi IGD Nahi Munkar dstnya.

Umumnya sekolah menyelesaikannya dengan 2 hal instan atau shortcut, menggembleng akhlak agar segera patuh dengan beragam aturan dan langsung loncat memacu menjejalkan banyak pelajaran. Lalu merasa baik baik saja.

Apa yang terjadi kemudian? Walhasil, lahir robot taat yang jika di luar sekolah banyak berkhianat. Keluhan “Libur Syariah” anak anak yang liburan dari pondok… Selanjutnya

Makna Adab bagi Anak Usia Dini

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Makna Adab bagi Anak Usia Dini

Balita atau usia dini itu memang belum saatnya harus beradab dalam arti tertib dan disiplin. Adab di usia dini itu gairah melakukan kebaikan, bukan sempurna melakukan kebaikan. Banyak orangtua atau guru, ingin anak anaknya segera beradab sejak dini, tanpa tahu makna adab, walhasil kelak menjumpai anaknya malah tak beradab ketika besar.

Misalnya Adab pada Ilmu di usia dini berbeda dengan adab pada ilmu di usia setelahnya. Di usia dini, adab pada ilmu bukanlah duduk diam tertib santun mendengarkan guru, tetapi adalah gairah dan cinta pada buku, gairah pada kisah kisah tokoh ilmuwan, gairah keseruan bermain di alam terbuka dengan menyentuh, meraba, berlarian bereksplorasi dstnya.

Sholat adalah adab kpd Allah, bahkan baru diperintah ketika usia 7 tahun, bukan sejak dini. Apakah Allah lalai mengadabkan anak usia dini? Subhanallah, Allah Maha Tahu bahwa fitrah anak usia dini belum saatnya diperintah dengan formal. Adab… Selanjutnya

Catatan Tentang Buku Aktifitas Ramadhan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Catatan Tentang Buku Aktifitas Ramadhan

Dimana mana saya menemukan puluhan buku (ebook) aktifitas Ramadhan di rumah bersama orangtua utk usia pre school (ada juga yg tak mencatumkan usia), namun sayangnya, isinya kebanyakan checklist ibadah dan aktifitas kognitif sekolah yang di bawa ke rumah.

Tanpa bermaksud merendahkan apa yang sudah dibuat dan justru ingin memacu semangat teman teman untuk berkreasi lebih bermakna lagi, berikut usulan agar jadi bahan perbaikan

  1. Hindari checklist ibadah untuk aktifitas di bawah 7 tahun, ini bisa jadi beban bagi anak dan ortunya. Bisa jadi ortu pasang target memenuhi checklist dengan menghalalkan segala cara atau memicu kepanikan shg melakukan hal hal yang menciderai fitrah anak. Anak anak yang mengalami luka imaji, akan mengalami luka persepsi dan kelak akan mengalami salah pensikapan ketika dewasa. Jsngan sampai anak membenci ibadah karena kita menggegas ibadah ketika belum waktunya.
  2. Sebaiknya aktifitas

Selanjutnya

Mindset ilmu

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

“Ilmu itu bukan untuk dikuasai. Ilmu itu ibarat cahaya yang menerangi ruang yang gelap, dimana kita hanya bisa melangkah di ruang gelap itu dalam pendar pendar cahaya itu untuk semakin menjadi diri kita atau semakin menuju kesejatian diri kita”

Learning is not for learning, learning is for being. Knowledge is not for Knowledge, knowledge is for being. Ya begitulah seharusnya Ilmu pengetahuan itu bukan utk dikuasai, tetapi menuntun kita untuk semakin menjadi.

Mindset bahwa Ilmu harus dikuasai banyak banyak tanpa relevan dengan potensi fitrah diri menyebabkan lahirnya banyak orang pandai (human thinking) dan manusia terampil (human doing), namun gagal menjadi human being atau insan kamil, yaitu manusia Robbani yang senantiasa menjalani hidup dalam orientasi kepada penugasan Tuhannya untuk memenuhi alasan kehadirannya di dunia.

Riset selama 15 tahun terhadap 19 orang tamatan terbaik Universitas Harvard angkatan 1990, membuktikan… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #24 – Merekalah alasan mengapa kita ada di muka bumi

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Jika beriman dan bersyukur, sesungguhnya menjadi Ayah Bunda adalah aktifitas yang paling indah dan sangat menyenangkan di muka bumi.

Luqmanul Hakim adalah sosok ayah yang paling mengimani dan mensyukuri semua karunia fitrah yang Allah berikan pada anak anaknya, sehingga memiliki kemampuan mendidik yang hebat bahkan namanya diabadikan di dalam alQuran.

Sayangnya, banyak para orangtua hari ini yang kurang mengimani dan mensyukuri kenyataan bahwa Allah swt telah mengkaruniakan begitu banyak kebaikan berupa potensi fitrah2 baik yang telah ada semenjak anak anak mereka dilahirkan.

Pada kenyataannya banyak dari kita para orangtua yang tidak yakin dengan potensi2 fitrah yang ada pada anak2nya sehingga terlalu mudah melalaikan pendidikan anak2nya atau sebaliknya terlalu obsesif menggegas dan mencetak anak2nya.

Jika memahami peran mendidik dalam landsekap peradaban, maka pekerjaan mendidik anak adalah pekerjaan para Nabi sepanjang sejarah,… Selanjutnya