Berjambul, corak putih, hitam kemerahan.

Burung yang memiliki warna bulu yang indah serta jambul unik ini merupakan jenis burung yang memiliki hubungan kekerabatan dengan rangkong atau enggang. Burung hud-hud memiliki nama ilmiah hoopoe yang disesuaikan dengan suara panggilannya yang melengking dengan suara “hoops..hoops..” ( dalam logat Inggris ) atau terdengar seperti “hud..hud..” ( dalam logat Arab) yang jelas dan berulang-ulang. Secara keseluruhan ada tujuh spesies burung ini yang dikenal di dunia, dan menyebar secara luas mulai dari Eropa, Asia, dan Afrika Utara.

Allah swt mengisahkan burung Hud Hud dalam kehidupan Nabi Sulaiman as. Dan Kisahnya itu diabadikan dalam Al-Quran yang mulia, dibaca hingga Hari Kiamat.

Burung Hud Hud terbang jauh hingga mendapati sebuah kerajaan yang tidak menyembah Allah swt, melainkan mereka menyembah matahari dan bintang-bintang, adalah kerajaan yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Ratu Balqis. Kisah ini sungguh masyhur dari masa ke masa.

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (QS. An-Naml : 22-23).

Kemudian burung Hud-hud menceritakan peluang dakwah kepada Nabi Sulaiman as.

Firman Allah taala, “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar.” (Q.S. AnNaml ayat 24-26)

Akhirnya Nabi Sulaiman menindaklanjuti peluang dakwah dari laporan burung Hud-hud.

Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. An Naml ayat 27-31)

Akhirnya setelah bertemu Nabi Sulaiman as, Ratu Balqis membaca Syahadat dan memeluk agama islam beserta pengikut kerajaannya. Untuk menyempurnakan keimanan, Ratu Balqis akhirnya dinikahi oleh Nabi Sulaima. Dan kerajaannya disatukan antara Kerajaan Saba dan Kerajaan Sulaiman.

Ini menunjukkan bahwa burung Hud Hud terbang jauh, bermil-mil bahkan antar negara dan benua. Apakah hal ini telah dibuktikan oleh penelitian modern saat ini? Kita tidak membutuhkan pembuktian, karena Allah Maha Pencipa. Allah tak tertandingi. Allah Maha Mengetahui, bukan ilmuwan.

Namun seiring berjalan waktu, dari masa ke masa, zaman ke zaman, bukti datang dengan sendrinya, dan semakin terang, jelas, cahaya kebenaran Al-Quran itu begitu terang.

Seorang ilmuwan yang mengabadikan waktunya untuk meneliti burung Hud Hud telah membuktikan, burung ini terbang dari Austria di Eropa, melewati puluhan negara dan sampai ke Afrika, kemudian ke Negara Kenya, sungguh jauh pengembaraannya.

Tapi kegembiraan begitu Nampak di wajah sang ilmuwan, ketika ia melihat dalam tekhnologi yang dimilikinya, ternyata burung Hud Hud terbang kembali lagi ke Austria, tepatnya di mana burung itu dilepaskan.

Video ini diunggah oleh chanel youtube The Secrets of Nature, dengan judul Return of the Hoopoe. Kisahnya sungguh luar biasa.

Demi penelitiannya sang ilmuwan tinggal di pedalaman di Austria, ia kemudian membuat sarang untuk memancing Hud Hud agar betelur dan berkembang biak di sarang tersebut.

Dan upayanya berhasil, semua terekam dengan kamera yang dipasang di segala sudut. Tapi pada suatu malam, badai datang menghantam sarang burung Hud Hud tersebut. Semua burung mati, termasuk induknya.

Yang tersisa hanyalah seekor bayi Hud Hud. Sang ilmuwan merawat bayi Hud Hud tersebut sampai besar. Meski Hud Hud sudah bisa terbang, tapi ia tidak pernah meninggalkan sang ilmuwan.

ilmuwan itu kemudian memasang sinyal pelacak yang diikatkan pada bahu burung tersebut. Ia pergi beberapa kilo meter dan melepaskan burung Hud Hud. Sang burung mulai terbang dan tidak kembali lagi.

Ia membuka laptop dan melihat ke mana arah Hud Hud, ternyata ia telah terbang jauh melewati puluhan negara. Selang beberapa bulan, ilmuwan kembali membuka laptop untuk memantau melalui peta dan ternyata Hud Hud sedang terbang kembali menuju Austria.

Video ini diunggah oleh chanel youtube The Secrets of Nature, dengan judul Return of the Hoopoe.

Sumber artikel:
-https://alimancenter.com/artikel/kehebatan-burung-hud-hud-nabi-sulaiman-as/
-http://burungkicau.fajar.co.id/ilmuwan-ini-buktikan-kehebatan-burung-hud-hud-yang-terdapat-dalam-al-quran/
-https://omkicau.com/2013/01/31/keunikan-dan-keistimewaan-burung-hud-hud-atau-hoopoe/

One thought on “Berjambul, corak putih, hitam kemerahan.

  1. Pingback: Kusebut julukannya si hud hud metik dan siap betasbe | Blog Dimas

Leave a Reply