Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Belajar dari Khabib Nurmagomedov

Tanggal 6 Oktober 2018 kemarin, Khabib berhasil menghentikan sesumbar Connor McGregor, menyumpal mulut besarnya di ronde ke 4 dengan kuncian di leher dalam gelaran Ultimate Fighting Champion ((UFC) ke 229. Kemenangan telak ini justru di jantung pendukung McGregor yang fanatis, di Las Vegas, Nevada.

McGregor ditakuti banyak petarung, dijuluki The Notorius, ada juga yang menyebutnya The Warrior, bahkan kembalinya ia ke gelanggang UFC disebut sebagai kembalinya The King. Pengamat MMA menyebutnya sebagai the best strikes in the world. Semua pengamat menjagokannya, Khabib dipandang tak sekelas, bahkan Dana White founder UFC menyebut Khabib sebagai “kurang persiapan”.

Untuk melawan Khabib, konon McGregor dibayar 32 Milyar lebih. Pertarungan yang disebut sebut sebagai pertarungan UFC terbesar dan termahal sepanjang sejarah ini dengan kursi termahal 26 juta rupiah dan termurah 2 jutaan, justru sebenarnya bukan memberikan tontonan semata namun memberikan pelajaran yang mahal bagi kita. Mengapa?

Perang Kebencian McGregor

Sejak sebelum pertarungan, McGregor telah memulai perang kebencian. Gayanya yang perlente dan fashionable dengan gaya hidup milyuner, ia sering mengejek dan merendahkan Khabib. Sebenarnya bukan hanya pada Khabib, kepada semua lawannya juga demikian, ini memang strategi membuat lawan emosi sebelum bertanding.

Hampir semua lawan McGregor tumbang karena memakan pancingan emosi McGregor. Padahal ketenangan dibutuhkan dalam pertarungan apapun, dan kalap serta emosi adalah modal terhebat kekalahan. McGregor tahu betul rahasia ini sehingga dijadikan strategi kampanye perangnya.

Sejak sebelum kontrak ditandatangani, sampai kepada press conference, acara timbang badan bahkan sampai pre fight conference, strategi perang kebencian ini dilancarkan masif dan brutal.

Namun pada Khabib, perang ini nampaknya lebih brutal dilancarkan. McGregor dan team bahkan sengaja menggeruduk ke Chicago tempat Khabib dan team menyelenggarakan acara, menyerang membabi buta, melempar bis yang ditumpangi Khabib dengan penggotong barang beroda sehingga melukai 2 kru Khabib. Khabib tak melayani sedikitpun pancingan ini, ia tetap kalem.

Konferensi pers pertama, McGregor tampil membawa Whiskey, menawarkan Khabib minum Whiskey, menghina kampung halamannya, menghina ayah Khabib, melecehkan agamanya, menertawakannya dan melecehkannya sebagai “Dagestan Rats”. Khabib hanya senyum dan tetap tenang, ia tahu betul McGregor sedang mengorek ngorek hal hal paling sensitif.

McGregor mengatakan Khabib pengecut karena tak mau keluar dari Bis untuk menerima tantangannya. Khabib menjawab, saya tidak mau tawuran berkelahi di ruang publik. Khabib mengatakan mengapa McGregor tak mau membalas pesannya untuk memberikan lokasi (send me location) untuk adu tanding, orang bebas tawuran di Brooklyn.

Press Conference yang berisi ucapan sampah sumpah serapah ini tak membuatnya goyah, bahkan semakin membuatnya tenang. Ia katakan, “Allah bersama saya”. Ia juga katakan kepada McGregor, “Saya heran, apa yang anda andalkan dari Whiskey untuk pertandingan nanti”

Di luar gedung, Khabib memberikan nasehat yang indah “…McGregor seharusnya memperhatikan bahwa ucapannya disaksikan banyak anak muda masa depan. Ini bukan tentang mencari uang tetapi tentang memberi keteladanan”

Khabib Nurmagomedov

Para pencinta MMA (Mix Martial Arts) pasti mengenalnya. Seorang Muslim asal Dagestan, sebuah negara di Rusia yang punya prestasi keren, yaitu 27 kali tak pernah kalah sepanjang karir professionalnya termasuk kemenangannya dengan Connor McGregor kemarin.

Pemuda taat beribadah ini, kini berusia 30 tahun, menikah muda, dikaruniai 2 anak ini adalah pemuda yang dibesarkan dalam nilai nilai kejantanan dan kearifan lokal bangsa Dagestan. Sejak kecil ia dilatih langsung oleh ayahnya Abdul Manap, yang juga atlit gulat Rusia, Sambo.

Sejak usia 5 tahun sudah dilatih bergulat dengan anak beruang, walau anak beruang tetap saja tenaganya besar. Begitulah sang Ayah melatih ketangguhan, bukan cuma itu termasuk respek pada bangsa, respek pada Tuhan, respek pada Agama, respek pada Orangtua dan keluarga serta pertemanan.

Sejak kecil Khabib dibesarkan di alam perbukitan Dagestan yang keras, berlatih di alam terbuka bersama saudara dan sepupu juga teman temannya dengan bimbingan ayahnya.

Beginilah seharusnya peran seorang ayah, melanjutkan misi nya pada anaknya, mengembangkan fitrah anaknya bukan hanya bakat tetapi juga nilai nilai keyakinannya, ketangguhannya, kecintaan dan kedekatan dengan ayahnya dan keluarganya, menginteraksikannya dengan alam dan kearifan kehidupan bangsanya lalu memandunya dengan nilai nilai Kitabullah dalam kehidupan nyata.

Kemenangan Khabib

Kemenangan Khabib atas McGregor adalah bukti tumbuh dan berjalannya fitrah Khabib serta nilai nilai yang dididik oleh ayahnya. Ia tetap kalem sampai kemenangan diraihnya.

Selesai memenangkan pertandingan ia melakukan aksi melompat pagar octagon tempat pertarungan, menyerang team McGregor yang selalu menghinanya. Ini langkah di luar dugaan semua orang, Khabib yang santun dan kalem selama ini bisa melakukan itu. Tidak ada yang dilukai pada insiden ini. Semua bisa dikendalikan.

Sebenarnya itu hanya langkah gertak semata untuk memberi pelajaran semata kepada penyelenggara UFC dan termasuk Pers yang selama ini membiarkan kepongahan dan pelecehan yang dilakukan McGregor.

Dalam Post Fight Press Conference, Khabib menyampaikan permohonan maaf, sekaligus memberi pelajaran penting, ia katakan

““I want to say sorry to the Nevada State Athletic Commission,”

“This is not my best side. He ((McGregor) talked about my religion, my country, my father. He came to Brooklyn, he broke bus and nearly killed two people. So why do people still talk about me jumping over the cage? I have shown respect.

“I told you guys: his whole team and him, they are tap machines. Today he tapped. Undisputed and undefeated.

“This is a respectful sport. This is not a trash-talking sport. I want to change this game. You cannot talk about religions and nations. This for me is very important. Thank you for waiting for me. I know my father is gonna smash me when I go home. Nevada: sorry. Vegas: sorry.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife

Reff:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.