Fitrah tak Tuntas, Pernikahan perlu diperbaiki

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Tingkat perceraian di Indonesia sungguh mengerikan, yaitu 300.000 lebih pertahun, itu artinya kurang lebih 960an per hari, atau 36 lebih kasus per jam. Penyebabnya beragam, namun umumnya karena banyak fitrah yang tak tuntas ketika masa anak dan masa muda sebelum pernikahan. Nah ledakannya terjadi di dalam pernikahan.

Barangkali banyak orangtua yang masih memuja akademis dalam pendidikan anak anaknya, masih memuja mengasah otak dan melejitkan kecerdasan anak anaknya, namun sayangnya, kebahagiaan masa depan anak anak kita bukan tentang banyaknya pengetahuan yang dihafal atau kecerdasan otak yang diasah, atau keterampilan bekerja yang dilatih keras, namun tentang bagaimana potensi potensi yang Allah berikan sejak lahir itu tumbuh dengan hebat dan paripurna sehingga bahagia. Bukan tentang apa yang nampak terlihat, tetapi tentang apa yang memberi dampak hebat.

Ketahuilah bahwa fitrah yang tak tumbuh dengan paripurna dan tuntas sejak masa… Selanjutnya

Pendidikan Sejati

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sungguh kebanyakan kita tak pernah berhenti sejenak merenung apa sesungguhnya pendidikan sejati itu. Lalu kita tak pernah mengkaitkan pendidikan itu dengan sesuatu yang besar dan mulia yaitu alasan kehadiran kita di dunia atau peran peradaban generasi peradaban anak anak kita. Kita hanya mengekor dan ikut saja arus yang ada serta menerima begitu saja mindset pendidikan yang pernah kita alami walau kita menyadari keburukannya bahkan kita menanggung begitu banyak hutang lahir batin akibat pendidikan yang demikian itu.

Walhasil, kemudian kita kelak akan terkejut melihat betapa anak anak kita menjadi sangat lambat dewasa, belajar dan bersekolah tinggi hanya untuk prestise dan mencari pekerjaan semata, gairah belajar dan bernalar anak anak kita pupus dan tidak inovatif kecuali untuk sekedar mengais jabatan dan upah, mereka galau karena salah jurusan atau salah karir akibat bakat mereka tak pernah digali dan dikembangkan, sebagian lagi tak

Selanjutnya

Fitrah Bakat vs Fitrah Seksualitas

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Menjadi Ayah atau menjadi Ibu itu bukan berangkat dari fitrah bakat, itu adalah fitrah gender atau fitrah seksualitas. Karenanya jangan berdalih bahwa sifat bakat kita tidak mencerminkan sifat sifat perempuan, lalu kita mengatakan tidak berbakat menjadi Ibu, atau sebaliknya jika bakat kita tidak mewakili sifat sifat seorang lelaki, lalu kita mengatakan tidak berbakat menjadi ayah.

Bakat atau fitrah bakat adalah sifat sifat manusia terkait keunikan atau keistimewaan dalam berinteraksi dengan peran di masyarakat pada peran profesi atau pekerjaan professional. Sementara fitrah seksualitas adalah sifat sifat manusia terkait keunikan atau keistimewaan dalam berinteraksi dengan peran di masyarakat pada peran keayahan dan keibuan.

Ketahuilah bahwa andai fitrah bakat kita tidak mencerminkan sifat sifat seksualitas kita bukan berarti boleh menolak menjadi diri kita sesuai seksualitasnya. Misalnya jika anda seorang perempuan, punya sifat… Selanjutnya

Fokuslah pada taqwa yaitu menjalani tugasNya di bumi dan berhati hatilah pada laranganNya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sungguh banyak orang di negeri ini terobsesi ingin kaya
Bersekolah setinggi tingginya agar kaya
Bekerja serajin rajinnya agar kaya
Berusaha segiat giatnya agar kaya
Berdagang dengan tekun agar kaya
Berpartai politik agar kaya
Berpanggung agar kaya
Berpemilu menjadi pejabat agar kaya
Bahkan beribadah sekhusyu’ khusyu’ nya agar kaya
Sholat Dhuha saja agar kaya
Sholat Malam juga agar kaya
Ketika tangan terangkat berdoa juga banyak meminta kaya
Menghafal alQuran juga dianggap jalan agar kaya
Pergi Umroh dan Haji diniatkan agar kembali hartanya berlipat ganda sehingga kaya
Berzakat dan bersedekah dibayangkan balasan 700 kali agar kaya

Mungkin kita tak mengakuinya atau menutupinya
Atau mengganti kata Kaya dengan kata Rezeki agar nampak lebih reliji dan bukan syahwati
Padahal untuk menutupi ambisi dan obsesi mungkin legitimasi korupsi

Sungguh darimana pikiran pikiran aneh itu masuk ke benak kita?

Memang salah berorientasi untuk

Selanjutnya

Memberi sesungguhnya menerima

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Berkomunitas dalam mendidik generasi itu solusi terbaik. Namun kita seringkali tak siap berkomunitas dan berkolaborasi, hanya pasif, namun diam diam banyak mengambil & memanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri bukan memberikan sebanyak manfaat yang kita punya kepada komunitas utk kebaikan bersama.

Kita seringkali merasa lebih pandai dari yang lain, atau merasa lebih lihai dari yang lain, sehingga menyembunyikan apa yang bisa diberikan dan merebut untuk diri sendiri apa yang bisa direbut dari komunitas. Padahal kaidah berkomunitas adalah No one is as smart as all of us.

Orang orang pelit dan pengecut seperti ini akan gagal paham bahwa memberi itu sesungguhnya menerima. Mereka tak pernah menyadari bahwa membesarkan komunitasnya, mendidik bersama anak anak temannya, sesungguhnya mempersiapkan tempat dan teman yang baik serta peradaban yang baik bagi anak anak mereka sendiri di masa depan

Orang orang pelit dan pengecut dalam berkomunitas… Selanjutnya