Renungan Pendidikan #3 – Jangan gegabah menjejali mutiara ini dengan beragam zat imitasi dengan maksud agar semakin indah

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya tidak ada seorangpun anak yang berdoa dan berharap lahir ke dunia dalam keadaan nakal dan jahat.

Jika sempat lihatlah wajah-wajah bengis mengerikan anak dan remaja yang tawuran, atau perhatikan wajah sayu dan tatapan kosong anak-anak depresi dan korban narkoba, atau jenguk jiwa-jiwa remaja galau melalui mata bingung dan frustasi mereka dibalik tawa dan canda yang tak bermakna.

Maka jujurlah apakah mereka mau ditakdirkan demikian? Maka jujurlah apakah Allah SWT menghendaki keburukan bagi hamba-hambaNya? Maka jujurlah, apakah itu dosa mereka sehingga mereka demikian?

Sesungguhnya mereka adalah korban kelalaian kita para orangtua, mereka korban obsesi dan kesembronoan yang merusak fitrah baik mereka. Ingatlah bahwa mereka dahulu adalah bayi-bayi mungil yang lucu, yang senyum, tawa dan tangisnya meluluhkan hati siapapun. Lalu bagaimana bisa di kemudian hari bayi-bayi ini menjadi beringas, nakal dan jahat?

Sesungguhnya … Selanjutnya

Renungan Pendidikan #2 – Sesungguhnya masa mendidik anak kita tidaklah lama

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya masa mendidik anak kita tidaklah lama, itu hanya berlangsung sampai usia Aqil Baligh (usia 14-15 tahun). Sebuah masa yang singkat, masa yang cuma seperempat dari usia kita – orangtuanya – jika Allah berikan jatah 60 tahun.

Padahal anak-anak dan keturunan yang sholeh akan menjamin kebahagiaan akhirat kita dalam masa yang tiada berbatas. Lalu mengapa amanah terindah ini kita sia-siakan dengan mengirim mereka ke lembaga, ke asrama, ke sekolah dll sebelum masa aqil baligh mereka tiba.

Jika demikian, lalu apa yang ada dalam benak kita tentang amanah terindah dan kesempatan untuk kekal bahagia di akhirat nanti?
Jika demikian, lalu apa yang kita akan jawab di hadapan Allah SWT tentang pendidikan mereka?
Apakah lembaga, asrama dan sekolah akan dimintai tanggungjawab di akhirat kelak?

Jika demikian masihkah kita berharap syurga dari doa-doa anak-anak kita, padahal mereka dititipkan pada pihak ketiga yang tidak dimintai tanggungjawab… Selanjutnya

Renungan Pendidikan #1 – Sesungguhnya hanya kedua orangtualah yang paling kenal potensi keunikan anak-anaknya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Sesungguhnya hanya kedua orangtualah yang paling kenal potensi keunikan anak-anaknya. Dari sanalah karakter-karakter baik dikembangkan dan disempurnakan dengan akhlak mulia. Kedua orangtuanya lah makhluk yang paling mencintai dengan tulus anak-anaknya. Orangtua sejati adalah mereka yang menginginkan kebahagiaan anak-anaknya lebih dari apapun di muka bumi.

Dunia persekolahan adalah dunia yang tidak pernah mengandung anak-anak kita, tidak pernah melahirkan anak-anak kita bahkan tidak pernah diberi amanah oleh Allah SWTsesaatpun juga, karena itu persekolahan bukanlah dunia yang sungguh-sungguh mampu mengenal dan mencintai anak-anak kita dengan tulus dan ikhlas.

Bukankah anak kita adalah alasan terbesar dan terpenting mengapa kita ada di muka bumi ini? Merekalah sebagai amanah mendidik generasi peradaban bagi dunia yang lebih damai dan sebagai amanah yang akan membanggakan Ummat Muhammad di yaumilqiyamah kelak.

Membangun “home… Selanjutnya

Anak anak kita diciptakan unik sesuai zamannya

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa.

Wahai pendiri sekolah, jika ingin buat sekolah unggul akademis maka terimalah siswa yg hanya berbakat akademis saja. Apa maksud sekolahmu terima sebanyak banyak siswa tanpa peduli bakat akademisnya padahal hanya untuk dicetak dan disaring menurut saringan keunggulan akademismu.

Bayangkan, bagaimana perasaan anak yang tak berbakat akademis di sekolahmu menyaksikan sekolah dan gurumu menyanjung nyanjung setinggi langit siswa yang berprestasi akademis, meletakkan derajat tertinggi si juara olimpiade akademis ini dan itu, selalu memajang nama si juara di baliho besar setiap hari, menyebut nyebut nama sang juara di upacara maupun di setiap pengumuman. Apa maksudmu begitu?

Gegabah sekali berfikir semua orang bisa hebat di akademis dengan memacu kompetisi akademis. Tidakkah pernah terfikir olehmu bahwa siswa siswa pecundang sekolahmu, yaitu si rata rata akademis dan si bodoh akademis akan rusak konsep dirinya? Bukankah mereka akan merasa… Selanjutnya

Padukan Semua Panggilan

Bismillah.. semoga postingan kali ini disertai rahmat dan berkah Allah SWT.
Reff Mubaligh: Harry Santosa

Padukan Semua Panggilan

Seorang wanita karir sdh lama rindu ingin membersamai anaknya. Ia tak mau menyia nyiakan waktu mendidik semasa anaknya masih kecil hingga aqilbaligh. Ia tahu betul kebutuhan seorang anak untuk senantiasa dibersamai orangtuanya.

Makin lama tekadnya makin kuat untuk menghantarkan anaknya kepada peran terbaiknya dengan tangannya sendiri. Walau karirnya itu merupakan fitrah bakatnya akhirnya ia tak kuasa menahan gelombang fitrah keibuannya yang memanggil manggil. Ia pun resign dari karirnya dan mulailah ia mewujudkan kerinduan “fitrah keibuan” nya untuk membersamai anaknya.

Selang beberapa lama, fitrah keibuannya pun terpenuhi dan ia bahagia, namun ada yang mengganjal. Kini ia merasa fitrah bakatnya memanggil manggil kembali. Ia menyayangkan waktu waktu yang berlalu tanpa karya manfaat sesuai fitrah bakatnya. Ia merasa kebahagiaannya membersamai ananda dengan fitrah keibuannya serasa tak lengkap.… Selanjutnya